Sabtu, 17 September 2016

Catatan Hati Ibu muda

Perjalanan menjadi Ibu

Jalani saja peranmu..
Hanya soal waktu..
Sering mendapati potongan kalimat ini di medsos, Ya benar, setahun dua tahun tak lagi terasa ketika kita sudah menjalaninya, tahu-tahu bayi mungil kita sudah tumbuh dan berkembang kemampuannya.

Ingatlah engkau telah menjalani masa-masa sulit saat mengandung, mual muntah sudah langganan setiap harinya di bulan-bulan awal kehamilan, itu isyarat engkau lebih banyak beristirahat agar janinmu terjaga, sampai waktunya tiba engkau mengandung kurang lebih 40 minggu. Melahirkan dengan susah payah, belum lagi permasalahan menyusui diawal-awal kelahiran, tidur  tidak tentu, malam jadi siang, siang jadi malam.

Nikmati saja peranmu, bukankah Allah telah menjanjikan banyak pahala untukmu. Banyaklah bersyukur kepada-Nya atas karunia-Nya, anakmu yang kelak kan menghantarkamu ke syurga-Nya jika engkau mendidik-Nya menjadi anak yang shalih, baik agama dan akhlaknya.
Banyak juga kerabatmu ataupun temanmu yg Allah tunda memiliki momongan, padahal hati mereka senantiasa merindu memiliki buah hati. Banyak-banyaklah bersyukur, Maka nikmat Tuhan-Mu yang manakah yang kamu dustakan?
Hanya soal waktu..
Kelak ia, buah hatimu kan tumbuh dewasa dan menikah, mungkin saja ia akan berpisah rumah denganmu.
Maka, Sayangi ia sepenuh hati, penuhilah hak-haknya, Didiklah ia dengan agama, Selagi masih ada waktu.
#catatanhatiIbumuda

Sabtu, 27 Juni 2015

Catatan kecil seorang kakak

"Catatan kecil seorang Kakak"
Beberapa hari yang lalu mendapat telpon dari adik perempuanku yang menimba ilmu di Gontor putri 5. Seperti biasa kami bercerita tentang banyak hal. Salah satunya tentang kepulangan adikku yang hanya beberapa minggu lagi menunggu hari wisuda. Akupun menanyakan kepadanya. Setelah dari Gontor akan melanjutkan kemana? Jadikah sekolah kebidanan seperti Mbak dulu? Bisakah Pengabdian di Pontianak?Lalu kemudian ia menjawab, Insyaa Allah inginnya lanjut kuliah kebidanan mbak, Pengabdian di mana masih menunggu pengumuman dari Gontor. Lalu iapun bercerita tentang pengalamannya awal bulan Juni lalu saat berkunjung ke beberapa tempat dalam rangka studi tour ke beberapa pabrik dan pesantren. Yang membuatku terkesima dan takjub ialah saat ia mengunjungi sebuah pesantren yang pendirinya juga lulusan dari Gontor. Entah siapa nama ustadznya, Akupun lupa menanyakannya kepada adikku, Ustadz tersebut bercerita sambil berbagi pengalaman kepada murid murid yang sedang berkunjung yang salah satunya adikku. Pesantren ini tetap mengadopsi program di Gontor, akan tetapi di tambah dengan program tahfidz Qur'an. Mengapa penting menghafal Qur'an, karena menghafal Qur'an memiliki banyak keutamaan. Banyak orang tua yang tidak terpikit tentang kehidupan akhiratnya, misalnya saja, Orang tua mengarahkan anaknya untuk belajar menjadi apa saja profesi di dunia ini, seperti dokter, insinyur, perawat, ataupun polisi. Tapi tak banyak orangtua yang mengarahkan anaknya untuk menjadi penghafal Qur'an. 
Sebagian orang bertanya, kalau lulus jadi hafiz Qur'an akan kerja apa?kalau kuliah kedokteran kan sudah jelas akan bekerja jadi dokter?
Memang tidak ada yang salah dengan cita cita tersebut. Akan tetapi keutamaan menjadi penghafal Qur'an kedudukannya tinggi di akhirat nanti.
Semakin banyak hafalannya, akan semakin tinggi kedudukan yang didapatkan di surga kelak. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

يقال لصاحب القرآن اقرأ وارتقِ، ورتل كما كنت ترتل في الدنيا، فإن منزلك عند آخر آية تقرؤها

“akan dikatakan kepada shahibul qur’an (di akhirat) : bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca dengan tartil di dunia. karena kedudukanmu tergantung pada ayat terakhir yang engkau baca” (HR. Abu Daud 2240, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud).

Yang lebih baik lagi ialah jika kita belajar ilmu dunia yang bermanfaat bagi diri kita dan juga orang lain, bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. Namun Kita tak lupa pula belajar ilmu akhirat yakni memahami Al-Qur'an mengamalkan isinya dan mengajarkan kepada orang lain.  Karena Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خيركم من تعلم القرآن وعلَّمه

“sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Al Bukhari 4639). Dan keutamaan yang lain yakni Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

اقرأوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه

“bacalah Al Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa’at bagi shahibul Qur’an” (HR. Muslim  804)
Maasyaa Allah, obrolan kami beberapa hari yang lalu begitu bermanfaat. Betapa diri ini malu di usia yang sudah seperempat abad ini 1 Juz pun belum semua ysng di hafal. Di usia ini pun rasanya sudah sangat sulit untuk menghafal. Semoga sedikit tulisan ini bisa bermanfaat bagi kita semua sebagai motivasi bagi diri kita pribadi dan juga keluarga. Orang tua mengarahkan anak-anaknya untuk belajar ilmu  Agama dan Qur'an, kakak memotivasi adiknya, suami dan istri saling memotivasi. Sahabat menyemangati sahabatnya yang lain.
#NoteToMySelf
Sungai Pinyuh, 15 Juni 2015
Retno Rahayu Priyati

Ringkasan catatan Talkshow AIMI kalbar "Ibu hamil dan menyusui berpuasa, kenapa tidak?

Ringkasan catatan Talkshow AIMI kalbar "Ibu hamil dan menyusui berpuasa, kenapa tidak?

Pada awal talkshow dr. Tri Wahyudi Sp.OG menjelaskan ttg anatomi payudara.
■Hormon yang berkaitan dengan ASI:
1. Hormon prolaktin : Memproduksi ASI (sekresi ASI)
2. Hormon oksitosin : di sebut juga hormon cinta yg menyebabkan ASI memancar dari pappila /puting susu (ekskresi ASI)
Ketika seorang wanita dewasa, hormon estrogen meningkat.
Mengapa ASI keluar setelah bayi lahir
■Refleks penting pada proses laktasi :
1. Refleks prolaktin
Merangsang produksi ASI impuls saraf dari puting susu -hipotalamus-hipofisis anterior-prolaktin-alveolus -ASI
2. Refleks aliran
Refkeks hisapan yang akan merangsang hormon prolaktin dan oksitosin bekerja. Ibu yg bahagia, hormon oksitodinnya bekerja sehingga ASI lancar.
Ibu menyusui tetap menyusui saat sedang berpuasa sehingga dengan menyusui produksi ASI tetap berjalan.
(Dr. Nevita, Sp.A)
■ Penghambat produksi ASI :
1. Feedback inhibitor
Suatu faktor lokal, bila saluran ASI penuh mengirim impuls utk mengurangi produksi ASI.
Cara mengatasi, saluran ASI dikosongkan secara teratur(ASI esklusif dan tanpa jadwal)
2. Stres/rasa sakit
3. Penyapihan
Adapun tentang hukum berpuasa bagi wanita hamil dan menyusui ada 3 :
-Bayar fidyah
-Mengqadha
-atau keduanya Bayar fidyah dan mengqadha
bisa dilihat di www.fiqihwanita.com

Ibu hamil dan menyusui perlu minum yang banyak, sejatinya puasa bukan berarti tidak makan dan minum akan tetapi menganti jadwal makan dan minumnya di saat saur dan berbuka.
Kebutuhan nutrisi Ibu hamil ialah 700 kalori.
500-makanan
200-cadangan lemak kita
Amankah Ibu hamil menyusui berpuasa?
Aman, dengan syarat Ibu dalam keadaan sehat
Berpuasa -mengganti jadwal makan
Tetap menjaga frekuensi makan bergizi 3x sehari, yakni :
-saat sahur
-berbuka
-setelah tarawih
Pastikan komposisi gizi seimbang
50% Karbohidrat
30% protein
20% lemak
Pada saat berpuasa , ASI yg di hasilkan Ibu menyusui tidak akan berubah dan berkurang kualitasnya karena tubuh akan melakukan mekanisme kompensasi.
Cukupkan cairan dgn banyak minum air putih, jus nuah atau teh hangat.
Tubuh Ibu menyusui memerlukan 700 kalori setiap harinya.
Pada Ibu menyusui yang bekerja berpegang pada prinsip demand and supply, semakin banyak ASI dikeluarkan, maka akan semakin banyak ASI yg diproduksi.
Ibu perlu di berikan motivadi, Berpikiran pisitif dan rasa percaya diri akan memberikan dampak keberhasilan dlam menyusui.
Ibu yang menyusui bayi kurang dari 6 bulan boleh tidak berpuasa karena bayi sedang tahap ASI esklusif, diman asupan makanan bayi masih 100% dari ASI. Namun apabila ingin tetap berpussa harus di pastikan Ibu dalam keadaan sehat. Tetap menyusui dan memerah ASI.
Tanda-tanda bayi kekurangan ASI saat Ibu berpuasa :
1. Suhu tubuh bayi meningkat
2. Rewel
3. BAK kurang dr 4x sehari
Bayi yang sehat tidak mesti gemuk, karena hasil akhir dari pemberian ASI ialah untuk jangka panjang.
Ada Ibu yang senang dan menginginkan anaknya gemuk, padahal anak yang gemuk merasa tersiksa karena sulit bergerak.
Semoga sedikit catatan ini bermanfaat. Silahkan bagi yang ingin menambahkan atau mengoreksi catatan ini..

NOTE : Catatan di atas belum lengkap sepenuhnya karena di saat tanya jawab terakhir penulis sudah melirik jualan di bazar hehe :-)
By Retno Rahayu Priyati

Senin, 14 Januari 2013

Sebuah Renungan

Ukhtifillah ini sebuah Renungan utk Kita semua, smg bs mengambil Ibroh di dalamnya..

Hikmah itu Allah taburkan dimana-mana, hanya terkadang kita yang tak mampu meihatnya, ataupun Kita yang Tak mau mengambilnya..(Ust. Felix siauw)

Ketika kita harus melepaskan sesuatu maka kita harus (belajar untuk) yakin.. bahwa disaat Allah mengambil sesuatu, Dia telah menyiapkan ganti yang lebih baik.

kadang kita berpikir kalo ini dan itu pasti baik jika dimiliki. padahal.. kadar kesanggupan masing-masing orang dalam menghadapinya berbeda-beda.

teringat dengan sebuah dialog yang pernah saya lihat di film Sang Murabbi, yang ketika itu ust Rahmah Abdullah rahimahullah bercerita tentang kisah seekor monyet. 

pada intinya, beliau bercerita, "Ada seekor monyet yang dia itu menaiki sebuah pohon. naik terus sampai ranting teratas. di atas sana, dia diuji dengan angin yang berhembus kencang. monyet itu berpegangan dengan seramat kuat hingga akhirnya angin berlalu dan monyet selamat. tapi di lain waktu, sang monyet kembali diuji dengan angin. tapi kali ini "hanya" dengan angin sepoi-sepoi. sang monyet pun menikmati sentuhan angin ringan itu.. terbuai.. lantas tanpa sadar dia mengendurkan pegangan dan akhirnya terjatuh ke tanah. buuuuuuugh!"

beliau menjelaskan bahwa pohon itu ibarat tangga kesuksesan bagi kita dan berada di puncak pohon adalah puncak keberhasilan. di saat dia diuji dengan hal-hal yang tidak menyenangkan, dia berusaha mati-matian unt bertahan hingga akhirnya ujian itu terlewati. tapi, ketika dia diuji dengan kesenangan, kekuasaan.. dia seolah lupa bahwa hal yang demikian juga bagian dari ujian. hingga akhirnya.. ujian kesenangan tadi "mengalahkan"-nya.

sering kita berpikir, kalo kita lulus lebih cepat ato menikah dari dulu ato kita punya uang banyak ato kita punya kendaraan yg memudahkan urusan transportasi (dst).. itu semua akan menjadikan kita lebih baik dari yang sekarang. belum tentu! semuanya menjadi tertunda, bukan karena Allah tak sayang dengan kita hingga menghalangi kita dengan kebaikan yang kita sangka akan menghampiri kita.

tidak pernahkah kita berpikir.. bila suatu waktu kita sedang buru-buru hendak pergi ke suatu tempat dan ternyata kita bangun kesiangan ato harus antrie kamar mandi ato karena harus menunggu teman yang dandannya luar biasa lama(!), hingga akhirnya kita terlambat berangkat dan sampai di tempat tujuan telat.. tapi ternyata, jika kita berangkat tepat waktu sesuai rencana, tapi di ternyata di jalan sana ada kecelakaan dan mungkin saja kita termasuk korbannya.. masihkah kita beranggapan bahwa telat selalu buruk?
sampai kampus dimarahi dosen, ato sampai kantor diomeli atasan.. jadi tak setimpal rasanya jika dibandingkan dengan keselamatan diri kita.

jadi.. berhenti untuk banyak menuntut lebih baik jadi pilihan daripada banyak menuntut tapi tak kunjung terlaksana, hingga akhirnya bikin kufur nikmat dan menolak ketentuan takdir Allah. dapatnya cuman dosa.

.::. jadi, ketika kita harus melepaskan sesuatu maka kita harus (belajar untuk) yakin.. bahwa disaat Allah mengambil sesuatu, Dia telah menyiapkan ganti yang lebih baik.


by Dian Kencana

Sabtu, 12 Januari 2013

Sukses Menyusui (Manajemen ASI Esklusif)

Assalamu'alaykum.. Ukhtifillah yang di rahmati Allah, Saya Ingin Share beberapa hal tentang sukses menyusui bagi Ibu Rumah Tangga maupun Ibu yang bekerja, berdasarkan beberapa buku dan beberapa artikel yang pernah saya baca, maupun pembekalan dari perkuliahan saya di Jurusan Kebidanan Poltekkes.. semoga bermanfaat yah!! #SalamSenyumSemangat..
Kuliah Twitter >>>