"Catatan kecil seorang Kakak"
Beberapa hari yang lalu mendapat telpon dari adik perempuanku yang menimba ilmu di Gontor putri 5. Seperti biasa kami bercerita tentang banyak hal. Salah satunya tentang kepulangan adikku yang hanya beberapa minggu lagi menunggu hari wisuda. Akupun menanyakan kepadanya. Setelah dari Gontor akan melanjutkan kemana? Jadikah sekolah kebidanan seperti Mbak dulu? Bisakah Pengabdian di Pontianak?Lalu kemudian ia menjawab, Insyaa Allah inginnya lanjut kuliah kebidanan mbak, Pengabdian di mana masih menunggu pengumuman dari Gontor. Lalu iapun bercerita tentang pengalamannya awal bulan Juni lalu saat berkunjung ke beberapa tempat dalam rangka studi tour ke beberapa pabrik dan pesantren. Yang membuatku terkesima dan takjub ialah saat ia mengunjungi sebuah pesantren yang pendirinya juga lulusan dari Gontor. Entah siapa nama ustadznya, Akupun lupa menanyakannya kepada adikku, Ustadz tersebut bercerita sambil berbagi pengalaman kepada murid murid yang sedang berkunjung yang salah satunya adikku. Pesantren ini tetap mengadopsi program di Gontor, akan tetapi di tambah dengan program tahfidz Qur'an. Mengapa penting menghafal Qur'an, karena menghafal Qur'an memiliki banyak keutamaan. Banyak orang tua yang tidak terpikit tentang kehidupan akhiratnya, misalnya saja, Orang tua mengarahkan anaknya untuk belajar menjadi apa saja profesi di dunia ini, seperti dokter, insinyur, perawat, ataupun polisi. Tapi tak banyak orangtua yang mengarahkan anaknya untuk menjadi penghafal Qur'an.
Sebagian orang bertanya, kalau lulus jadi hafiz Qur'an akan kerja apa?kalau kuliah kedokteran kan sudah jelas akan bekerja jadi dokter?
Memang tidak ada yang salah dengan cita cita tersebut. Akan tetapi keutamaan menjadi penghafal Qur'an kedudukannya tinggi di akhirat nanti.
Semakin banyak hafalannya, akan semakin tinggi kedudukan yang didapatkan di surga kelak. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
يقال لصاحب القرآن اقرأ وارتقِ، ورتل كما كنت ترتل في الدنيا، فإن منزلك عند آخر آية تقرؤها
“akan dikatakan kepada shahibul qur’an (di akhirat) : bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca dengan tartil di dunia. karena kedudukanmu tergantung pada ayat terakhir yang engkau baca” (HR. Abu Daud 2240, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud).
Yang lebih baik lagi ialah jika kita belajar ilmu dunia yang bermanfaat bagi diri kita dan juga orang lain, bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. Namun Kita tak lupa pula belajar ilmu akhirat yakni memahami Al-Qur'an mengamalkan isinya dan mengajarkan kepada orang lain. Karena Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
خيركم من تعلم القرآن وعلَّمه
“sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Al Bukhari 4639). Dan keutamaan yang lain yakni Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
اقرأوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه
“bacalah Al Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa’at bagi shahibul Qur’an” (HR. Muslim 804)
Maasyaa Allah, obrolan kami beberapa hari yang lalu begitu bermanfaat. Betapa diri ini malu di usia yang sudah seperempat abad ini 1 Juz pun belum semua ysng di hafal. Di usia ini pun rasanya sudah sangat sulit untuk menghafal. Semoga sedikit tulisan ini bisa bermanfaat bagi kita semua sebagai motivasi bagi diri kita pribadi dan juga keluarga. Orang tua mengarahkan anak-anaknya untuk belajar ilmu Agama dan Qur'an, kakak memotivasi adiknya, suami dan istri saling memotivasi. Sahabat menyemangati sahabatnya yang lain.
#NoteToMySelf
Sungai Pinyuh, 15 Juni 2015
Retno Rahayu Priyati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar