Rupanya tanpa kita sadari, dalam makanan yang kita makan sehari-hari, kita tak boleh sembarangan. Hal inilah penyebab terjadinya berbagai penyakit antara lain penyakit kencing manis, lumpuh, sakit jantung, keracunan makanan dan lain-lain penyakit. Apabila anda telah mengetahui ilmu ini, tolonglah ajarkan kepada yang lainnya.
Ini pun adalah diet Rasullulah SAW kita juga. Ustaz Abdullah Mahmood mengungkapkan, Rasullulah tak pernah sakit perut sepanjang hayatnya karena pandai menjaga makanannya sehari-hari. Insya Allah kalau anda ikut diet Rasullullah ini, Anda takkan menderita sakit perut ataupun keracunan makanan.
Jangan makan SUSU bersama DAGING
Jangan makan DAGING bersama IKAN
Jangan makan IKAN bersama SUSU
Jangan makan AYAM bersama SUSU
Jangan makan IKAN bersama TELUR
Jangan makan IKAN bersama DAUN SALAD
Jangan makan SUSU bersama CUKA
Jangan makan BUAH bersama SUSU (Contoh : KOKTEL)
CARA MAKAN
* Jangan makan buah setelah makan nasi, sebaliknya makanlah buah terlebih dahulu, baru makan nasi.
* Tidur 1 jam setelah makan tengah hari.
* Jangan sesekali tinggal makan malam. Barang siapa yg tinggal makan malam dia akan dimakan usia dan kolesterol dalam badan akan berganda.
Nampak memang sulit.. tapi, kalau tak percaya… cobalah….. Pengaruhnya tidak dalam jangka pendek…. Akan berpengaruh bila kita sudah tua nanti.
* Dalam Al-Quran juga melarang kita makan makanan darat bercampur dengan makanan laut.
Nabi pernah mencegah kita makan ikan bersama susu. karena akan cepat mendapat penyakit. Ini terbukti oleh ilmuwan yang menemukan bahwa dalam daging ayam mengandung ion+ sedangkan dalam ikan mengandung ion-, jika dalam makanan kita ayam bercampur dengan ikan maka akan terjadi reaksi biokimia yang akan dapat merusak usus kita.
* Al-Quran Juga mengajarkan kita menjaga kesehatan spt membuat amalan antara lain:
1. Mandi Pagi sebelum subuh, sekurang kurangnya sejam sebelum matahari terbit. Air sejuk yang meresap kedalam badan dapat mengurangi penimbunan lemak. Kita boleh saksikan orang yang mandi pagi kebanyakan badan tak gemuk.
2. Rasulullah mengamalkan minum segelas air sejuk (bukan air es) setiap pagi. Mujarabnya Insya Allah jauh dari penyakit (susah mendapat sakit).
3. Waktu sembahyang subuh disunatkan kita bertafakur (yaitu sujud sekurang kurangnya semenit setelah membaca doa). Kita akan terhindar dari sakit kepala atau migrain. Ini terbukti oleh para ilmuwan yang membuat kajian kenapa dalam sehari perlu kita sujud. Ahli-ahli sains telah menemui beberapa milimeter ruang udara dalam saluran darah di kepala yg tidak dipenuhi darah. Dengan bersujud maka darah akan mengalir keruang tersebut.
4. Nabi juga mengajar kita makan dengan tangan dan bila habis hendaklah menjilat jari.
5. Begitu juga ahli saintis telah menemukan bahwa enzyme banyak terkandung di celah jari jari, yaitu 10 kali ganda terdapat dalam air liur. (enzyme sejenis alat percerna makanan).
Senin, 30 Agustus 2010
Minggu, 29 Agustus 2010
"Cinta Dalam Diam".....................
Sunting
"Cinta Dalam Diam".....................
oleh Retno Rahayu Priyati Mdwf pada 22 Mei 2010 jam 12:10
Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang (menikah), cukup cintai ia dalam diam ...
Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..
Dengan diam, kau tidak mengajak matanya berzina karena memandangmu.
Dengan diam, kau tidak mengajak kakinya berzina karena mendatangimu.
Dengan diam, kau tidak mengajak lidahnya berzina karena memanggil “sayang” padamu.
Dengan diam, kau tidak mengajak hatinya berzina karena terbayang2 denganmu.
Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu.. menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..
Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah Allah SWT. Pilihkan untukmu ...
Ingatkah kamu tentang kisah Fatimah dan Ali?
Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah.
Karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata, hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
Bukankah Allah tak akan pernah memutus harapan hamba yang berharap padaNYA?
Dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,
biarkan ia tetap diam ...
Jika dia memang bukan milikmu, toh Allah, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...
Biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri, dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu, Allah Azza Wajalla…
Jika Diam Lebih Baik, Aku memilih Diam saja...
http://www.facebook.com/profile.php?id=1460151029&v=app_2347471856#!/notes/anna-muslimah/cinta-dalam-diam/395872474671
"Cinta Dalam Diam".....................
oleh Retno Rahayu Priyati Mdwf pada 22 Mei 2010 jam 12:10
Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang (menikah), cukup cintai ia dalam diam ...
Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..
Dengan diam, kau tidak mengajak matanya berzina karena memandangmu.
Dengan diam, kau tidak mengajak kakinya berzina karena mendatangimu.
Dengan diam, kau tidak mengajak lidahnya berzina karena memanggil “sayang” padamu.
Dengan diam, kau tidak mengajak hatinya berzina karena terbayang2 denganmu.
Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu.. menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..
Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah Allah SWT. Pilihkan untukmu ...
Ingatkah kamu tentang kisah Fatimah dan Ali?
Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah.
Karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata, hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
Bukankah Allah tak akan pernah memutus harapan hamba yang berharap padaNYA?
Dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,
biarkan ia tetap diam ...
Jika dia memang bukan milikmu, toh Allah, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...
Biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri, dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu, Allah Azza Wajalla…
Jika Diam Lebih Baik, Aku memilih Diam saja...
http://www.facebook.com/profile.php?id=1460151029&v=app_2347471856#!/notes/anna-muslimah/cinta-dalam-diam/395872474671
WanitaSholehahBidadariSurgaTerindah
Imam Ath-Thabrany mengisahkan dalam sebuah hadist, dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli’.”
Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilai seperti sayap burung nasar.”
Saya berkata lagi, “Jelaskan kepadaku tentang firman Allah, ‘Laksana mutiara yang tersimpan baik’.” (Al-waqi’ah : 23)
Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia.”
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik’.” (Ar-Rahman : 70)
Beliau menjawab, “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita”
Saya berkata lagi, Jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik’.” (Ash-Shaffat : 49)
Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur.”
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Penuh cinta lagi sebaya umurnya’.” (Al-Waqi’ah : 37)
Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya.”
Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”
Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”
Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”
Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.”
Saya berkata, “Wahai Rasulullah, salah seorang wanita di antara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga pula. Siapakah di antara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya di surga?”
Beliau menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa di antara mereka yang akhlaknya paling bagus, lalu dia berkata, ‘Wahai Rabb-ku, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaknya tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya’. Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.”
—-
Sungguh indah perkataan Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam yang menggambarkan tentang bidadari bermata jeli. Namun betapa lebih indah lagi dikala beliau mengatakan bahwa wanita dunia yang taat kepada Allah lebih utama dibandingkan seorang bidadari. Ya, bidadari saudaraku.
Sungguh betapa mulianya seorang muslimah yang kaffah diin islamnya. Mereka yang senantiasa menjaga ibadah dan akhlaknya, senantiasa menjaga keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah. Sungguh, betapa indah gambaran Allah kepada wanita shalehah, yang menjaga kehormatan diri dan suaminya. Yang tatkala cobaan dan ujian menimpa, hanya kesabaran dan keikhlasan yang ia tunjukkan. Di saat gemerlap dunia kian dahsyat menerpa, ia tetap teguh mempertahankan keimanannya.
Sebaik-baik perhiasan ialah wanita salehah. Dan wanita salehah adalah mereka yang menerapkan islam secara menyeluruh di dalam dirinya, sehingga kelak ia menjadi penyejuk mata bagi orang-orang di sekitarnya. Senantiasa merasakan kebaikan di manapun ia berada. Bahkan seorang “Aidh Al-Qarni menggambarkan wanita sebagai batu-batu indah seperti zamrud, berlian, intan, permata, dan sebagainya di dalam bukunya yang berjudul “Menjadi wanita paling bahagia”.
Subhanallah. Tak ada kemuliaan lain ketika Allah menyebutkan di dalam al-quran surat an-nisa ayat 34, bahwa wanita salehah adalah yang tunduk kepada Allah dan menaati suaminya, yang sangat menjaga di saat ia tak hadir sebagaimana yang diajarkan oleh Allah.
Dan bidadari pun cemburu kepada mereka karena keimanan dan kemuliaannya. Bagaimana caranya agar menjadi wanita salehah? Tentu saja dengan melakukan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala laranganNya. Senantiasa meningkatkan kualitas diri dan menularkannya kepada orang lain. Wanita dunia yang salehah kelak akan menjadi bidadari-bidadari surga yang begitu indah.
Duhai saudariku muslimah, maukah engkau menjadi wanita yang lebih utama dibanding bidadari? Allah meletakkan cahaya di atas wajahmu dan memuliakanmu di surga menjadi bidadari-bidadari surga. Maka, berlajarlah dan tingkatkanlah kualitas dirimu, agar Allah ridha kepadamu
sumber: http://arsitek-peradaban.cybermq.com/
Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilai seperti sayap burung nasar.”
Saya berkata lagi, “Jelaskan kepadaku tentang firman Allah, ‘Laksana mutiara yang tersimpan baik’.” (Al-waqi’ah : 23)
Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia.”
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik’.” (Ar-Rahman : 70)
Beliau menjawab, “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita”
Saya berkata lagi, Jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik’.” (Ash-Shaffat : 49)
Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur.”
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Penuh cinta lagi sebaya umurnya’.” (Al-Waqi’ah : 37)
Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya.”
Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”
Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”
Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”
Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.”
Saya berkata, “Wahai Rasulullah, salah seorang wanita di antara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga pula. Siapakah di antara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya di surga?”
Beliau menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa di antara mereka yang akhlaknya paling bagus, lalu dia berkata, ‘Wahai Rabb-ku, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaknya tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya’. Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.”
—-
Sungguh indah perkataan Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam yang menggambarkan tentang bidadari bermata jeli. Namun betapa lebih indah lagi dikala beliau mengatakan bahwa wanita dunia yang taat kepada Allah lebih utama dibandingkan seorang bidadari. Ya, bidadari saudaraku.
Sungguh betapa mulianya seorang muslimah yang kaffah diin islamnya. Mereka yang senantiasa menjaga ibadah dan akhlaknya, senantiasa menjaga keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah. Sungguh, betapa indah gambaran Allah kepada wanita shalehah, yang menjaga kehormatan diri dan suaminya. Yang tatkala cobaan dan ujian menimpa, hanya kesabaran dan keikhlasan yang ia tunjukkan. Di saat gemerlap dunia kian dahsyat menerpa, ia tetap teguh mempertahankan keimanannya.
Sebaik-baik perhiasan ialah wanita salehah. Dan wanita salehah adalah mereka yang menerapkan islam secara menyeluruh di dalam dirinya, sehingga kelak ia menjadi penyejuk mata bagi orang-orang di sekitarnya. Senantiasa merasakan kebaikan di manapun ia berada. Bahkan seorang “Aidh Al-Qarni menggambarkan wanita sebagai batu-batu indah seperti zamrud, berlian, intan, permata, dan sebagainya di dalam bukunya yang berjudul “Menjadi wanita paling bahagia”.
Subhanallah. Tak ada kemuliaan lain ketika Allah menyebutkan di dalam al-quran surat an-nisa ayat 34, bahwa wanita salehah adalah yang tunduk kepada Allah dan menaati suaminya, yang sangat menjaga di saat ia tak hadir sebagaimana yang diajarkan oleh Allah.
Dan bidadari pun cemburu kepada mereka karena keimanan dan kemuliaannya. Bagaimana caranya agar menjadi wanita salehah? Tentu saja dengan melakukan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala laranganNya. Senantiasa meningkatkan kualitas diri dan menularkannya kepada orang lain. Wanita dunia yang salehah kelak akan menjadi bidadari-bidadari surga yang begitu indah.
Duhai saudariku muslimah, maukah engkau menjadi wanita yang lebih utama dibanding bidadari? Allah meletakkan cahaya di atas wajahmu dan memuliakanmu di surga menjadi bidadari-bidadari surga. Maka, berlajarlah dan tingkatkanlah kualitas dirimu, agar Allah ridha kepadamu
sumber: http://arsitek-peradaban.cybermq.com/
SuratDariSahabat
Terima kasih sahabat dimanapun dirimu berada, walau dirimu tak memberitahu namamu, walau dirimu tak member itahuku dimana dirimu, siapa dirimu yang mengugahku lewat suratmu :
Surat Untuk Ukhti Retno…
Ukhti…
‘Ambillah dari musim semi itu semua kelembutannya, dari minyak misik itu keharumannya dan dari gunung itu kekokohannya…
‘Segala bentuk ujian seberat apapun deritanya, niscaya memiliki jalan keluar yang pasti datang…
Ukhtiku..
‘Di setiap tempat, engkau pasti menemukan kegelapan, karena itu Nyalakan pelita di hatimu…
Dengan haru nya tak terasa aliran air mataku membasahi wajah, Jazakillah Ukhti Aku menyayangimu karena Allah..
Surat Untuk Ukhti Retno…
Ukhti…
‘Ambillah dari musim semi itu semua kelembutannya, dari minyak misik itu keharumannya dan dari gunung itu kekokohannya…
‘Segala bentuk ujian seberat apapun deritanya, niscaya memiliki jalan keluar yang pasti datang…
Ukhtiku..
‘Di setiap tempat, engkau pasti menemukan kegelapan, karena itu Nyalakan pelita di hatimu…
Dengan haru nya tak terasa aliran air mataku membasahi wajah, Jazakillah Ukhti Aku menyayangimu karena Allah..
MenilaiOrang
‘Menilai Orang’
Assalamu’alaikum wr.wb
Teman-teman, di baca ya kisah di bawah ini :
Suatu malam seorang wanita sedang menunggu di bandara, duduk santai membaca buku sambil sesekali tangannya merogoh kantong kue disampingnya. Beberapa saat baru ia tersadar, lelaki yang duduk di samping kanannya ternyata ikut mengambil dan memakan kuenya tanpa permisi. Sedetik hatinya langsung tak suka tapi ia membiarkan perbuatan laki-laki itu karena toh hanya sepotonh kue. Dari sepotong, sudut matanya kemudian melihat lelaki itu mencomot potongan kue kedua, ketiga, bahkan seterusnya, seusai ia mengambilnya tanpa sungkan sama sekali.
Dari yang awalnya rela, wanita itu semakin mangkel, dan yang lebih keterlaluan, ketika kue tinggal satu-satunya, lelaki itu mengambilnya, membagi dua, lalu tersenyum menyerahkan setengah potong padanya, “Oh God, sudah tidak berterimakasih, kurang ajarnya makin menjadi,. Kalau Aku bukan orang baik, sudah ku tonjok dia,” geram hati wanita itu sambil merampas setengan potong kue dengan kesal.
Ketika jadwal penerbangan di umumkan, segera ia kumpulkan barang bawaannya, melangkah menghentak tanpa sama sekali menoleh ke lelaki tadi. Di kursi pesawat yang empuk ia menghela nafas lega seraya mengambil buku dari dalam tas. Mendadak tangannnya menegang dan ia pun terhenyak. Kantong kuennya ada dalam tas. Masih utuh! Jadi tadi kue yang ia makan itu, yang ia sangka miliknya, ternya kepunyaan lelaki “pencuri kue” itu? Wajahnya memanas, sedih menyadari dirinyalah yang sudah mencuri kue dan tak tahu terima kasih.
Teman tahukah, melihat kekurangan orang memang lebih mudah dari pada melihat kekurangan diri sendiri. Lebih sulit lagi berlapang dada pada kekurangan orang. Menurut beberapa pendapat, melihat kekurangan orang lain bias menjadi pelajaran agar kita lebih majudan tidak jatuh pada kesalahan yang sama. Betulkah?
Sungguh sedikit sekali dampak baik yang bias kita ambil dari kebiasaan menilai kekurangan orang. Beruntung wanita tadi “ditegur” dari kesalahannya. Namun bagaimana kemudian ia bias menjadi pribadi yang baik atau tidak, tergantung pilihannya. Turun dari pesawat ia bias memilih terus menyesal karena merasa bukan orang baik. Atau menjadi pribadi baru yang baik hati dan pemurah karena berhasil mencontoh sikap lelaki yand di suudzoni-nya tadi.
Hal terakhir inilah yang jadi focus saya. Nilai tambah adalah suatu kelebihan yang tidak dimiliki orang kebanyakan. Bagi lelaki yang di sangka “pencuri” itu, murah hati adalah nilai tambahnya. Pengalaman membuktikan, focus kita pada apapun akan membuat ‘teman-teman fokus’ itu bermunculan. Jika focus pada yang positif, hal-hal positif lainnya niscaya akan muncul. Begitu juga sebaliknya. Maka fokuslah pada sekecil apapun nilai tambah orang lain, bukan niali kurangnya. Gabungkanlah nilai tambah itu untuk menjadi nilai tambah hidup kita, tanpa diiringi ‘tapi’. Dari hal yang tidak ada insya Allah akan menjadi ada.
Yang perlu diingat dan telah di buktikan oleh banyak orang nilai tambah kita akan member bonus kebahagiaan berlipat ganda ketika menjadi manfaat untuk orang banyak.
Di kutip dari majalah UMMi edisi Agustus 2010
semoga bermanfaat
wassalam
Assalamu’alaikum wr.wb
Teman-teman, di baca ya kisah di bawah ini :
Suatu malam seorang wanita sedang menunggu di bandara, duduk santai membaca buku sambil sesekali tangannya merogoh kantong kue disampingnya. Beberapa saat baru ia tersadar, lelaki yang duduk di samping kanannya ternyata ikut mengambil dan memakan kuenya tanpa permisi. Sedetik hatinya langsung tak suka tapi ia membiarkan perbuatan laki-laki itu karena toh hanya sepotonh kue. Dari sepotong, sudut matanya kemudian melihat lelaki itu mencomot potongan kue kedua, ketiga, bahkan seterusnya, seusai ia mengambilnya tanpa sungkan sama sekali.
Dari yang awalnya rela, wanita itu semakin mangkel, dan yang lebih keterlaluan, ketika kue tinggal satu-satunya, lelaki itu mengambilnya, membagi dua, lalu tersenyum menyerahkan setengah potong padanya, “Oh God, sudah tidak berterimakasih, kurang ajarnya makin menjadi,. Kalau Aku bukan orang baik, sudah ku tonjok dia,” geram hati wanita itu sambil merampas setengan potong kue dengan kesal.
Ketika jadwal penerbangan di umumkan, segera ia kumpulkan barang bawaannya, melangkah menghentak tanpa sama sekali menoleh ke lelaki tadi. Di kursi pesawat yang empuk ia menghela nafas lega seraya mengambil buku dari dalam tas. Mendadak tangannnya menegang dan ia pun terhenyak. Kantong kuennya ada dalam tas. Masih utuh! Jadi tadi kue yang ia makan itu, yang ia sangka miliknya, ternya kepunyaan lelaki “pencuri kue” itu? Wajahnya memanas, sedih menyadari dirinyalah yang sudah mencuri kue dan tak tahu terima kasih.
Teman tahukah, melihat kekurangan orang memang lebih mudah dari pada melihat kekurangan diri sendiri. Lebih sulit lagi berlapang dada pada kekurangan orang. Menurut beberapa pendapat, melihat kekurangan orang lain bias menjadi pelajaran agar kita lebih majudan tidak jatuh pada kesalahan yang sama. Betulkah?
Sungguh sedikit sekali dampak baik yang bias kita ambil dari kebiasaan menilai kekurangan orang. Beruntung wanita tadi “ditegur” dari kesalahannya. Namun bagaimana kemudian ia bias menjadi pribadi yang baik atau tidak, tergantung pilihannya. Turun dari pesawat ia bias memilih terus menyesal karena merasa bukan orang baik. Atau menjadi pribadi baru yang baik hati dan pemurah karena berhasil mencontoh sikap lelaki yand di suudzoni-nya tadi.
Hal terakhir inilah yang jadi focus saya. Nilai tambah adalah suatu kelebihan yang tidak dimiliki orang kebanyakan. Bagi lelaki yang di sangka “pencuri” itu, murah hati adalah nilai tambahnya. Pengalaman membuktikan, focus kita pada apapun akan membuat ‘teman-teman fokus’ itu bermunculan. Jika focus pada yang positif, hal-hal positif lainnya niscaya akan muncul. Begitu juga sebaliknya. Maka fokuslah pada sekecil apapun nilai tambah orang lain, bukan niali kurangnya. Gabungkanlah nilai tambah itu untuk menjadi nilai tambah hidup kita, tanpa diiringi ‘tapi’. Dari hal yang tidak ada insya Allah akan menjadi ada.
Yang perlu diingat dan telah di buktikan oleh banyak orang nilai tambah kita akan member bonus kebahagiaan berlipat ganda ketika menjadi manfaat untuk orang banyak.
Di kutip dari majalah UMMi edisi Agustus 2010
semoga bermanfaat
wassalam
Langganan:
Postingan (Atom)