Kamis, 05 April 2012

Nasehat Utk Sang Putera

Berikut adalah korespondensi melalui email antara Ustadzah Yoyoh Yusroh dgn anaknya, 3 hari sebelum beliau dipanggil oleh Allah SWT tanggal 21 Mei 2011.


Semoga amal ibadah ummi diterima di sisi Allah, dilapangkan kuburnya, diampuni segala dosa-dosanya, dan dimasukkan ke dalam surganya.

From: Yoyoh Yusroh
Date: 2011/5/18
Subject: Nasihat untuk sang putera
To: Aizza Jundana


Nasihat Seorang Arab Kepada Putranya
(Ukht/ Nayifah Uwaimir)

Wahai puteraku …
Agar engkau menjadi seorang raja yang berwibawa di hadapan manusia ..
Janganlah berbicara dalam berbagai urusan ..
Kecuali setelah mengecek kebenaran sumbernya ..
Dan jika seseorang datang membawa berita, cari bukti kebenarannya sebelum dengan berani engkau berbicara ..
Hati-hati dengan isu .. jangan percayai setiap yang dikatakan, jangan pula percaya sesuatu yang setengah engkau lihat ..
Dan jika engkau mendapatkan cobaan berupa seorang musuh .. hadapi dengan berbuat baik kepadanya .. tolak dengan cara yang lebih baik, niscaya permusuhan itu berubah menjadi cinta kasih

Jika engkau hendak mengungkap kejujuran orang, ajaklah ia pergi bersama .. dalam bepergian itu jati diri manusia terungkap .. penampilan lahiriahnya akan luntur dan jatidirinya akan tersingkap! Dan “bepergian itu disebut safar karena berfungsi mengungkap yang tertutup, mengungkap akhlaq dan tabiat”.

Jika engkau diserang banyak orang sementara engkau berada di atas kebenaran .. atau jika engkau diserang dengan kritikan-kritikan buruk .. bergembiralah .. sebab mereka sebenarnya sedang berkata: “engkau orang yang sukses dan berpengaruh”, sebab,
· anjing yang mati tidak akan ditendang,
· dan tidak dilempar kecuali pohon yang berbuah

Wahai puteraku ..
Jika engkau hendak mengkritik, biasakan untuk melihat dengan mata tawon lebah .. dan jangan memandang orang lain dengan mata lalat, sebab engkau akan terjatuh kepada perkara yang busuk!

Tidurlah lebih awal wahai puteraku agar bisa bangun lebih awal .. sebab keberkahan ada di pagi hari, dan saya khawatir kehilangan kesempatan mendapatkan rizki Allah yang Maha Penyayang disebabkan engkau begadang di malam hari, sehingga tidak bisa bangun pagi!

Akan aku ceritakan kepadaku kisah seekor kambing dan serigala, supaya engkau aman dari orang yang berbuat makar ..
Dan saat seseorang memberikan tsiqah-nya kepadamu, jangan sampai engkau mengkhianatinya!
Akan aku ajak engkau ke sarang singa .. akan aku ajarkan bahwa singa itu tidak menjadi raja hutan dikarenakan aumannya!!
Akan tetapi, karena ia berjiwa tinggi! Tidak mau memakan hasil buruan binatang lain, betapapun ia lapar .. dan perutnya melilit-lilit .. jangan mencuri jerih payah orang lain .. sebab engkau menjadi keji!

Akan aku ajak engkau menemui bunglon .. agar engkau menyaksikan sendiri tipu dayanya! Bunglon merubah warna dirinya sesuai dengan tempat ia berada .. agar engkau mengetahui bahwa yang seperti bunglon itu banyak .. dan berulang-ulang! Dan bahwasanya ada orang-orang munafik .. banyak pula manusia yang berganti-ganti pakaian .. dan berlindung dibalik alasan “ingin berbuat baik”.

Wahai puteraku ..
Biasakan engkau bersyukur .. kepada Allah! Cukuplah menjadi alasan untuk bersyukur kepada-Nya bahwa engkau dapat berjalan, mendengar dan melihat!
Bersyukurlah kepada Allah, dan syukuri pula manusia .. sebab Allah SWT akan menambah orang-orang yang bersyukur
Dan manusia senang saat mendapati seseorang yang diberi sesuatu lalu orang itu menghargainya!

Wahai puteraku .. ketahuilah bahwa sifat utama yang paling agung dalam kehidupan ini adalah sifat jujur!
Dan bahwasanya kebohongan, meskipun tampak memberi keselamatan .. namun jujur lebih berakhlaq bagimu! Dan bagi orang sepertimu!

Wahai puteraku …
Persiapkan alternatif untuk segala urusan .. agar engkau tidak membuka jalan kehinaan!
Manfaatkan segala peluang .. sebab peluang yang datang sekarang .. bisa jadi tidak akan berulang!!

Jangan berkeluh kesah .. aku harap engkau optimis .. siap menghadapi kehidupan ..
Jauhilah orang-orang yang putus asa dan pesimis, lari dari mereka! Dan jangan sampai engkau duduk dengan seseorang yang selalu memandang sial kepada segala hal!!

Jangan bergembira saat melihat orang lain terkena musibah .. jangan pula menghina orang karena postur atau penampilannya ..
Sebab dia tidak menciptakan dirinya .. dan saat engkau menghina orang lain, pada hakekatnya engkau menghina ciptaan dari Dzat yang Maha Mencipta dan Membuat bentuk rupa

Jangan membuka aib orang, sebab Allah akan membuka aibmu di rumahmu .. sebab Allah-lah Dzat yang menutupi .. dan mencintai orang yang menutupi!
Jangan menzhalimi siapa pun .. dan jika engkau hendak menzhalimi dan engkau merasa mampu menzhalimi, ingatlah bahwa Allah SWT lebih mampu!

Jika engkau merasa hatimu mengeras, usaplah kepala anak yatim .. engkau akan terheran-heran .. bagaimana usapan itu dapat menghilangkan rasa keras hati dari hatimu, seakan hatimu menjadi pecah dan melunak!

Jangan mendebat .. dalam perdebatan .. kedua pihak merugi.
Kalau kita yang kalah, kita merugi telah kehilangan kebesaran kita, dan jika menang, kita juga merugi, telah kehilangan orang lain yang menjadi lawan debat kita .. semua kita kalah .. baik yang merasa menang .. dan yang merasa belum menang!

Jangan monopoli pendapat .. yang bagus adalah engkau mempengaruhi dan dipengaruhi!
Hanya saja, jangan larut dalam pendapat banyak orang .. dan jika engkau merasa bahwa pendapatmu benar .. tegarlah dan jangan terpengaruh!

Wahai puteraku ..
Engkau dapat merubah keyakinan orang .. dan menguasai hati mereka tanpa engkau sadari! Bukan dengan sihir, bukan pula dengan jampi .. namun, dengan senyumanmu .. dan kosa katamu yang lembut .. dengan keduanya, engkau dapat menyihir!!
Oleh karena itu, tersenyumlah .. maha suci Allah yang telah menjadikan senyuman sebagai ibadah dalam agama kita, dan kita mendapatkan pahala darinya!!

Di Cina .. jika engkau tidak murah senyum, mereka tidak akan berikan lisensi kepadamu untuk membuka kedai ..
Jika engkau tidak menemukan orang yang tersenyum kepadamu, tersenyumlah engkau kepadanya!
Jika bibirmu terbuka karena senyuman .. dengan cepat .. terbuka pula hati untuk mengekspresikan isinya

Jika orang meragukanmu, bela dirimu .. jelaskan .. dan beri keterangan pembenarannya!
Jangan suka nimbrung dan mengenduskan hidungmu dalam segala urusan .. jangan pula ikut-ikutan, berposisi bersama banyak orang saat mereka bersikap!!
Wahai puteraku .. jauhkan dirimu dari hal ini .. aku sangat tidak suka kalau melihatmu seperti ini!!

Jangan bersedih wahai puteraku terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan! Sebab kita tidak diciptakan kecuali untuk diuji dan diberi cobaan .. sehingga Allah melihat kita .. adakah kita bersabar?
Karena itu .. santai saja .. jangan keruh hati! Yakinlah bahwa jalan keluar dekat ..
“jika mendung semakin hitam, pertanda, sebentar lagi hujan”!!

Jangan meratapi masa lalu, cukuplah bahwa ia telah berlalu .. sia-sia kalau kita memegang gergaji kayu, lalu menggergaji!!
Tataplah hari esok .. persiapkan diri .. dan singsingkan lengan baju untuk menghadapinya!!
Jadilah orang yang mulia .. berbanggalah dengan dirimu!
Sebagaimana engkau melihat dirimu, begitulah orang lain akan melihatmu ..
Jangan sekali-kali meremehkan dirimu!! Sebab engkau menjadi besar saat engkau ingin besar .. hanya engkau saja yang memutuskan ia menjadi kecil!


Yoyoh Yusroh
Komisi I DPR RI
Sent from my iPad
"Ya Rabb..

Aku sedang memikirkan posisiku kelak di akhirat, mungkinkah aku berdampingan dengan penghulu para wanita, KHODIJAH AL KUBRO yg berjuang dengan harta dan jiwanya?

Atau dengan HAFSAH BT ABI BAKR yang dibela oleh Alloh saat akan dicerai karena showwamah dan qowwamahnya?

Atau dengan AISYAH yang telah hafal 3500an hadist, sedang aku...ehm..500 juga belum

Atau dengan UMMU SULAIM yang shobiroh...

Atau dengan ASMA yang mengurus kendaraan suaminya dan mencela putranya saat istirahat dari jihad...

Atau dengan siapa ya?..

Ya Alloh...tolong beri kekuatan untuk mengejar amaliah mereka...sehingga aku laik bertemu mereka bahkan bisa berbincang dengan mereka ditaman firdausMu....

Minggu, 01 April 2012

Mereka Berdiri, dalam Shaf-Shaf yang Rapi

Tangkainya sederhana, daunnya pun biasa saja. Tumbuhnya pun dilumpur kotor nan basah, bersahabat dengan rerumputan. Tapi mereka hidup rukun, saling menguatkan dan berpegangan tangan, hingga mereka beranjak dewasa - berbunga menebarkan serbuk sari kebahagiaan diusia mudanya - mempersiapkan dirinya hingga matang, seiring berisi semakin merunduk, lalu menguning mengukirkan senyum diwajah petani yang setia menengoknya disetiap pagi.
 Usianya tidak lama, tapi sungguh ia telah dewasa.
Cerita hidupnya singkat, tapi berkesan dan syarat manfaat.
Tak peduli bagi siapa saja, ikan-ikan yang bermain sambil berteduh atau serangga pencuri dan ulat-ulat nakal. Dari sosoknya banyak lukisan keteladanan untuk kita, Manusia.

Akarnya tidaklah kokoh..
Tapi cukup menunjang batangnya yang sederhana.
Karena hidupnya memang tidak lama, tugas utamanya hanya memberi manfaat kepada Manusia dan mahluk-Nya yang lain. Selebihnya mereka berstasbih memuji-Nya, lalu khusyuk mempersiapkan benih-benih berkualitas untuk keturunannya, agar kelak terlahir tunas baru berkualitas pula sebagai warisannya..

Mereka memiliki intuisi dan berdisiplin tinggi, hingga berpredikat pencetak benih-benih unggul.
Mereka sibuk mempersiapkan buahnya, dikeseluruhan hidupnya pun mereka memberi ketenangan.. kepada petani yang menatapnya. Ketika ia mulai menguning, petani bahagia memandanginya, dari surau kecilnya selepas ashar atau di antara embun-embun gemericik di subuh harinya.

Akarnya tidak kokoh, tapi kuat mencengkram!
Mereka tidak ingin terpisah dari kelompoknya, mereka ingin tubuhnya yang rapuh tetap teguh!

Mereka berdiri dalam shaf-shaf yang rapi..
Merekapun bergabung dengan kelompok-kelompok lain menjaga silaturahim.
Lihatlah!

Lihatlah padi yang bisa berdiri kokoh di atas lumpur basah!
Mereka kuat karena saling berpegangan bersama saudaranya, hidup rukun, saling melengkapi dan menguatkan.

Hingga saatnya angin berhembus..
Mereka berpelukan, mereka berserikat dalam satu kesatuan..
Sungguh mereka kuat bukan karena sepohon nan kokoh, batangnya pun rapuh.
Mereka hanya berdiri bersamaan, tidak menghiraukan lagi perbedaan kualitas atau jenis.

Lihat saja satu padi yang berdiri sendiri, atau terpisah dari jemaahnya..
Ia lemah, ketika buahnya mulai matang, tubuhnya patah dan tumbang, ia terjatuh, ia butuh sandaran..

Begitupun Manusia yang butuh seseorang dalam hidupnya.
Kita butuh saudara untuk sekedar bersandar, meneguhkan jiwa yang rapuh, melengkapi satu sama lain, menjalin silaturahim, mendekapkan ukhuwwah dan berserikat agar menjadi kuat.

Begitulah padi-padi yang telah dewasa, semakin berisi semakin menunduk.
Adalah cerminan tak terbantahkan bagi manusia yang berakal. Semakin berilmu seharusnya semakin menunduk. Semakin banyak yang ia ketahui, semakin ia sadar bahwa banyak hal yang belum ia ketahui di Dunia ini.

Hingga ia menunduk dengan sempurna.
Lihatlah lagi, sang padi tak pernah riya atas kebaikannya..
Bahkan ia tetap diam. Tidak sekalipun gaduh  atau mengaduh saat dipangkas pak petani, daun-daunnya hanya gemerisik sebagai isyarat tasbihnya..

Ia tidak sombong..
Padalah mereka adalah superstar hebat yang dikenal diseluruh Dunia.

Lihatlah ketawadhuan mereka,
Mereka berzuhud dan mempersiapkan dirinya.
Merekapun tahu, tak lama dunia itu..
Hingga kesemua dari mereka diam dan menunduk dimasa kematangannya.

Adapun kerabat padi yang congkak berdiri, dan enggan menunduk..
Dapat dipastikan ia tidak berisi, seperti manusia yang merasa pandai dan benar sendiri, padahal laksana padi yang gagal. Hanya padi yang tak berisi, atau mungkin mati.

Laksana hati manusia yang mati sebelum kematian!
Semoga itu bukan padi yang mati, semoga itu hanyalah padi muda yang belum berisi.

Jikapun itu benar-benar tanda kematian hati..
Semoga itu bukan saudara kita, atau kita sendiri.
Menunduklah..

Merunduk seperti padi.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Hindarilah oleh kamu sekalian berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling memata-matai yang lain, janganlah saling mencari-cari aib yang lain, janganlah kamu saling bersaing (kemegahan dunia), janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling bermusuhan tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara." (Shahih Muslim No.4646, Riwayat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)

وَلا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلا تَمْشِ فِي الأرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri." (QS. Lukman : 18)

Subhanallah..
Inilah sebagian kecil Hikmah-HikmahNya yang bertebaran..
Hanya dari satu jenis rumput liar yang buahnya kita makan setiap hari.
Hikmah dari Penciptaan Padi yang habitatnya telah Allah hamparkan diseluruh permukaan bumi ini. 
 Sungguh di semesta yang luas ini terdapat Hikmah-HikmahNya..
Tak ada sesuatupun ciptaan-Nya yang sia-sia. 
Kesemuanya adalah Ayat-AyatNya yang tersirat..

Saudaraku, mari berjalan berdampingan
Menuju keabadian..


Al faqir Ilallah
-NAI-

Bismillah, Full day with Allah ^.^

Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil ‘aalamiin" sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam Itulah doa yang kita baca dalam doa iftitah sholat kita, sebagai pernyataan kita menghamba kepada Allah. Dalam kehidupan kita sebagai muslim, kita diharapkan totalitas beribadah dalam keseharian....bahkan full day !! Ibadah itu tidak hanya sholat, zakat, mengaji diujung masjid, mengaji berkelompok, berwudhu, puasa, haji. Tapi lebih dari itu, seharusnya seluruh hidup kita adalah ibadah, bekerja kita ibadah, dengan berkeluarga kita ibadah, dengan bersosialisasi kita ibadah, dalam berkendara pribadi atau pun umum menuju kantor kita ibadah, bahkan tidur kita pun ibadah. Lalu bagaimanakah agar setiap kegiatan kita bisa bernilai ibadah? Niatkan untuk Allah, dan Awali dengan Basmalah (Bismillahirrahmanirrahiim) Dengan kita berhati-hati dan bekerja dengan baik dalam setiap aktifitas kita, dan memulai dari hal yg paling kecil...setiap "pekerjaan baik" kita dengan membaca "bismillah". kenapa dikatakan "pekerjaan baik"? karena secara otomatis kita akan malu mengucap bismillah jika akan mengerjakan pekerjaan buruk . Seperti yang telah dituturkan Rasulullah "Sesungguhnya diterimanya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan..." (HR Bukhari dan Muslim) Dan dalam Hadits lainnya, Rasulullah saw bersabda, “Setiap pekerjaan yang baik, jika tidak dimulai dengan “Bismillah” (menyebut nama Allah) maka (pekerjaan tersebut) akan terputus (dari keberkahan Allah)” Syahid Murtaza Mutahhari dalam bukunya “Understanding the Noble Qur’an” menuliskan bahwa alasan mengapa kita memulai dengan nama Allah adalah “untuk memberikan sebuah sentuhan sakral bagi kegiatan tersebut dan menjadikannya diberkahi. Ketika seorang manusia yang menganggap Allah sebagai sebuah zat Maha Suci dan sumber dari segala keagungan, memulai sebuah tindakan dengan nama-Nya, maka itu berarti bahwa hanya karena kebesaran dan izin-Nya jualah sehingga tindakan tersebut dapat terlaksana dan diberkahi. Sehingga boleh jadi...waktu sama, isi sama, hasil beda! dua orang ibu yang sama-sama memasak, yang satu hanya dapat masakan enak, sedangkan temannya selain menghasilkan masakan yang lezat, dia dapat pahala karena diniatkan karena Allah untuk membahagiakan suami dan keluarga. Dua orang yang sama-sama berolahraga, yang satu hanya dapat lelah, sedangkan temannya selain lelah dia dapat pahala karena diawali dengan bismillah dan diniatkan untuk mejaga kesehatan agar dapat beribadah dengan baik. Dua orang pedagang yang sama-sama menjual produknya, yang satu dapat untung, uang dan harta lainnya, sedangkan temannya, dengan niat karena Allah, selain mendapatkan untung, dia mendapat pahala karena berlaku jujur, menyenangkan orang lain, membantu orang lain, dan juga mendapatkan pahala karena mencari nafkah untuk keluarganya Ada saatnya masakan akan habis, lelah sudah mereda, tapi dengan bismillah, kebaikandari apa yang kita lakukan telah tercatat kekal di hadapan Allah. kalau ditengah-tengah pekerjaan kita lupa membacanya, kita bisa membaca : "Bismillahi Awwalahu wa Aakhirahu".... Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Apabila salah seorang diantara kalian hendak makan, maka ucapkanlah: ‘Bismilah.’ Dan jika ia lupa untuk mengucapkan Bismillah di awal makan, maka hendaklah ia mengucapkan ‘Bismillahi Awwalahu wa Aakhirahu (dengan menyebut nama Allah di awal dan diakhirnya).’” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi) Dengan membaca bismillah, kita bertindak, berkata-kata, bekerja "atas nama Allah". Seperti halnya seorang komandan/bos, memberi anda perintah. Maka Anda akan berbuat sesuai perintah/arahan komandan Anda, karena Anda bertugas atau bekerja atas nama dia. Apalagi untuk Allah yang setiap sholat kita menyatakan bahwa kita adalah hambanya, dan yang perintah dan larangan-Nya jelas termaktub dalam Al-Quranul karim, maka idealnya seorang muslim bertindak, berperilaku seperti yg dianjurkan, dan beraktivitas "atas nama Allah". Berlindunglah kepada Allah dengan Bismillah Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ketika syaitan diperintahkan keluar dari surga, dia menanyakan tiga pertanyaan: Dimana kami akan tinggal? Dimana kami akan makan? Dimana kami akan tidur? Lalu dikatakan kepadanya bahwa kamu akan tinggal bersama orang-orang yang tidak mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim sebelum memasuki rumahnya. Kamu akan makan bersama orang-orang yang tidak mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim sebelum makan. Dan kamu akan tidur bersama orang-orang yang tidak mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim sebelum tidur. Dari Jabir ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: " Apabila seseorang masuk ke rumahnya lalu di berdzikir kepada Allah Ta'ala sewaktu ia masuk, dan sewaktu makan, maka setan berkata (kepada temannya) : "Kamu tidak bisa ikut masuk dan kamu tidak bisa ikut makan. "Dan apabila seseorang tidak berdzikir kepada Allah Ta'ala sewaktu masuk rumahnya, maka setan berkata (kepada temannya) : "Kamu dapat mengikutinya masuk". Dan apabila seseorang tidak berdzikir kepada Allah Ta'ala sewaktu makan, maka setan berkata (kepada temannya): "Kamu bisa ikut makan dan ikut masuk." (HR Muslim) Kita perlu jujur dan bertanya pada diri kita masing-masing, Mengapa anak-anak kadang sulit kita kendalikan? Jangan-jangan, kita tidak pernah berdoa dan membaca basmalah saat berhubungan dengan pasangan kita. Jadilah anak-anak kita jauh dari sinar dan cahaya ilahi. “Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang Engkau karuniakan kepada kami.” (HR.Bukhari dan Muslim). Dahsyatnya Bismillah Kekuatan dan keutamaan basmalah telah banyak diceritakan dalam berbagai kisah. Dengan basmalah, seseorang bisa meruqyah (menjampi) orang yang terkena gangguan jin. “Dengan menyebut nama Allah, aku me-ruqyah-mu, dari segala sesuatu yang menyakitimu, dan dari keburukan setiap jiwa atau mata yang dengki. Allahlah yang menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku menjampimu.” (HR. Muslim). Dengan basmalah Nabi Sulaiman berhasil mendakwahi Ratu Bilqis. “Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan Sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Naml (27) : 30). Dengan basmalah pula, Rasulullah SAW mengirim surat kepada Raja Heraclius. “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammd Rasulullah, kepada Heraclius Kaisar Romawi. Semoga keselamatan telimpahkan bagi siapa saja yang mengikuti petunjuk. Amma ba’dahu, masuk islamlah, niscaya engkau akan selamat, dan Allah akan memberikan pahala untukmu dua kali.” (HR. Bukhari, Ahmad dan Abu Dawud). Nabi Nuh berhasil naik perahu untuk menyelamatkan kaumnya juga dengan basmalah. Dan Nuh berkata: "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Hud (11) : 41) Untuk menaklukkan Sungai Nil yang tak mau mengalirkan airnya, Umar bin Khathab berkirim surat kepada sungai Nil dengan menggunakan basmalah. Bismillahirrahmanirrahim Dari Umar Amirul Mukminin Kepada Sungai Nil Apabila engkau mengalir karena kemauanmu sendiri, tak usahlah engkau mengalir. Namun, apabila engkau mengalir karena Allah, aku mohon kepada Allah untuk mengalirkanmu. Wassalam. Mulai sekarang? Begitu dahsyatnya makna bismillah, sehingga setelah asma Allah itu kita sebut, maka niscaya Allah SWT akan berikan ketentraman dan ketenangan pada diri kita. Bagaimana dengan sahabat-sahabat, apakah sahabat-sahabat mengucapkan bismillah saat akan online, saat akan membaca email, saat akan membuka blog, dan saat akan menulis postingan? Bismillahirrahmanirrahiim, Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, kita awali setiap aktifitas kita dengan memohon keberkahan dunia dan akherat di dalamnya. Sumber: Al Quran Hadist Riyadhus Sholihin Tegakkan "bismiLLAH" semua akan mudah; Hidayatullah.com