Ketika kita jatuh cinta, dan mendambakan seseorang jadi jodoh kita. . .
Namun kita tetap diam, mengendalikan hati untuk tidak tergesa-gesa mengutarakannya, maka yang ada adalah harapan. . .
Do’a kebaikan untuknya tak lupa kita panjatkan..
Semoga dia mampu menjadi hamba yang beriman..
Mengisi hari dengan kebaikan..
Karena Sebelum pernikahan, Cinta bisa jadi ujian keimanan.
Semoga saja Allah mempertemukan, dan mempersatukan di saat yang tepat..
Saat dimana hanya ada perkenalan dengan cara islam yang berakhir dengan lamaran, bukan dengan hubungan bernama Pacaran.
Jika Allah TIDAK menghendaki kita berjodoh dengannya karena mungkin ada seseorang yang lebih baik dari kita untuknya, dan ada yang lebih baik dari dia untuk kita. . .
itulah nilai kepasrahan.
copas Aini Syiifa Rifqun
Jumat, 28 Desember 2012
.. “SETELAH DIMILIKI, TAK LAGI INDAH” ...
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim .. Yang tinggal di gunung merindukan pantai .. Yang tinggal di pantai merindukan gunung ...
Di musim kemarau merindukan musim hujan ..
Di musim hujan merindukan musim kemarau ...
Yang berambut hitam mengagumi yang pirang ..
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam ...
Diam di rumah merindukan bepergian ..
Setelah bepergian merindukan rumah ..
Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entrepreneur
supaya punya time freedom…
Begitu jadi Entrepreneur ingin jadi karyawan, biar gak pusing…
Waktu tenang mencari keramaian ..
Waktu ramai mencari ketenangan ...
Saat masih bujangan, pengin punya suami ganteng/istri cantik ..
Begitu sudah dapat suami ganteng/istri cantik, pengin yang biasa2 saja, bikin cemburu aja/ takut selingkuh ...
Punya anak satu mendambakan banyak anak ..
Punya banyak anak mendambakan satu anak saja ...
Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah
hanya sebelum dimiliki .. Namun setelah dimiliki tak indah lagi ..
Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, namun mengabaikan apa yang sudah dimiliki ?
“Jadilah pribadi yang selalu bersyukur. ..
Bersyukurlah senantiasa dengan berkah Yαng sudah kita miliki”.
“Bagaimana mungkin selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini?
Jangankan bumi, menutupi telapak tangan saja sulit ...
Namun bila daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutuplah bumi!”
Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan di mana-mana ...
Bumi ini pun akan tampak buruk ...
Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil ..
Jangan menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran buruk/negatif! .. Bila hati kita tertutup, tertutuplah semua ..
Syukuri apa yg ada, karena hidup adalah anugerah bagi jiwa jiwa yg ikhlas ...
*****
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ..
Copas Fb Aini Syifa Rifqun
Saat Si Kecil Tumbuh dalam Rahimku
Artikel ini di salin kembali dari Majalah Syariah Edisi 1, (ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Abdirrahman Anisah), Semoga Bermanfaat Bagi akhwatifiillah, calon ummahat maupun ummahat :-)
Bacalah dgn terlebih dahulu menyebut nama Allah, Bismillahirrahmanirrahim...
Bacalah dgn terlebih dahulu menyebut nama Allah, Bismillahirrahmanirrahim...
Orang tua berharap anaknya menjadi anak yang shalih adalah biasa. Sayangnya, tidak banyak orang tua yang mau menempuh jalan yang bisa menyampaikan terwujudnya harapan itu. Padahal Islam telah banyak memberikan bimbingannya baik di dalam Al-Qur`an maupun As-Sunnah, termasuk saat masih di dalam rahim.
Anak adalah sosok mungil idaman yang sangat dinanti kehadirannya oleh sepasang ayah bunda. Semenjak melangkah ke jenjang pernikahan, mereka berdua telah menumbuhkan harapan akan lahirnya si buah hati. Mereka terus memupuk harapan itu dengan menjaga calon bayi yang memulai kehidupannya di rahim ibunya, hingga saatnya hadir di dunia.
Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya lahir dalam keadaan yang sebaik-baiknya. Segala upaya dikerahkan untuk mewujudkan keinginan mereka. Tentu tak patut dilupakan sisi-sisi penjagaan dan pendidikan yang telah diajarkan oleh Allah I dan Rasul-Nya. Bahkan dengan inilah, orang tua akan mendapatkan kemuliaan, bagi anaknya maupun diri mereka.
Dapat disimak pengajaran ini dalam indahnya Sunnah Rasulullah r. Di sana didapati bimbingan yang sempurna untuk kita terapkan dalam mendidik anak. Bahkan sebelum hadirnya sosok mungil itu pun Islam telah memberikan tuntunan penjagaan. Terus demikian tuntunan itu secara runtut didapati hingga saat melepas anak menuju kedewasaan.
Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya lahir dalam keadaan yang sebaik-baiknya. Segala upaya dikerahkan untuk mewujudkan keinginan mereka. Tentu tak patut dilupakan sisi-sisi penjagaan dan pendidikan yang telah diajarkan oleh Allah I dan Rasul-Nya. Bahkan dengan inilah, orang tua akan mendapatkan kemuliaan, bagi anaknya maupun diri mereka.
Dapat disimak pengajaran ini dalam indahnya Sunnah Rasulullah r. Di sana didapati bimbingan yang sempurna untuk kita terapkan dalam mendidik anak. Bahkan sebelum hadirnya sosok mungil itu pun Islam telah memberikan tuntunan penjagaan. Terus demikian tuntunan itu secara runtut didapati hingga saat melepas anak menuju kedewasaan.
Saat Kedua Orang Tua Bertemu
Inilah tuntunan Islam sebelum bertemunya dua mani yang menjadi bakal janin dengan izin Allah I. Usai pernikahan, ketika sepasang pengantin bertemu untuk pertama kalinya, disunnahkan mempelai pria memegang ubun-ubun istrinya dan mendoakannya. Didapati hal ini di dalam ucapan Rasulullah r:
Inilah tuntunan Islam sebelum bertemunya dua mani yang menjadi bakal janin dengan izin Allah I. Usai pernikahan, ketika sepasang pengantin bertemu untuk pertama kalinya, disunnahkan mempelai pria memegang ubun-ubun istrinya dan mendoakannya. Didapati hal ini di dalam ucapan Rasulullah r:
“Apabila salah seorang dari kalian menikahi seorang wanita atau membeli seorang budak, maka hendaknya ia memegang ubun-ubunnya, menyebut nama Allah dan mendoakannya dengan barakah, serta mengucapkan, ‘Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan seluruh sifat yang Engkau jadikan padanya dan aku memohon perlindungan-Mu dari kejelekannya dan kejelekan sifat yang Engkau jadikan padanya.’ Apabila ia membeli unta, maka hendaknya ia pegang ujung punuknya dan berdoa seperti itu juga.” (HR. Al-Imam Al-Bukhari dalam Af’alil ‘Ibad dan Al-Imam Abu Dawud, Ibnu Majah, Al-Hakim, Al-Baihaqi, dan Abu Ya’la dalam Musnad-nya dengan sanad hasan, dan dishahihkan Al-Imam Al-Hakim dan disepakati Al-Imam Adz-Dzahabi. Lihat Adabuz Zifaaf fis Sunnatil Muthahharah, hal. 20, karya Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani t)
Dalam suasana pengantin baru, sang mempelai tak lepas dari tuntunan Rasulullah r. Demikian pula ketika kehidupan rumah tangga terus berlangsung. Rasulullah r juga memberikan bimbingan kepada setiap suami istri untuk mulai menjaga calon anak mereka ketika mereka hendak bercampur (jima’). Beliau bersabda:
Dalam suasana pengantin baru, sang mempelai tak lepas dari tuntunan Rasulullah r. Demikian pula ketika kehidupan rumah tangga terus berlangsung. Rasulullah r juga memberikan bimbingan kepada setiap suami istri untuk mulai menjaga calon anak mereka ketika mereka hendak bercampur (jima’). Beliau bersabda:
“Apabila salah seorang dari kalian ketika mendatangi istrinya mengatakan: ‘Dengan nama Allah, ya Allah, jauhkanlah setan dari kami dan jauhkanlah setan dari apa yang engkau rizkikan kepada kami’, jika Allah tetapkan terjadinya anak, setan tidak akan dapat memudharatkannya selama-lamanya.” (Shahih, HR. Al-Imam Al-Bukhari)
Ibnu Hajar di dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa maksud perkataan Rasulullah r “Setan tidak akan memudharatkannya” yaitu setan tidak akan memalingkan anak itu dari agamanya menuju kekafiran, dan bukan maksudnya terjaga dari seluruh dosa(‘ishmah).
Ibnu Hajar di dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa maksud perkataan Rasulullah r “Setan tidak akan memudharatkannya” yaitu setan tidak akan memalingkan anak itu dari agamanya menuju kekafiran, dan bukan maksudnya terjaga dari seluruh dosa(‘ishmah).
Menjaga Janin dari Hal-hal yang Menggugurkannya
Ketika benih telah mulai tumbuh, banyak upaya yang bisa dilakukan oleh calon orang tua untuk menjaga janin yang ada di perut ibunya. Si calon ibu akan mulai memilih makanannya, mengkonsumsi segala macam vitamin yang dapat menunjang kehamilannya, menjaga waktu istirahatnya, melakukan olah raga khusus, dan mengatur aktivitasnya. Tak lupa mereka memantau keadaan calon bayi dengan terus memeriksa kesehatannya.
Akan tetapi, adakalanya janin gugur bukan karena semata sebab medis. Terkadang ada sebab lain yang mengakibatkan gugurnya kandungan seorang ibu. Ini kadang-kadang tidak disadari oleh kebanyakan orang.
Semestinya kita mengetahui peringatan Rasulullah r dari hal-hal semacam ini yang diterangkan oleh syariat, sebagaimana Rasulullah r memerintahkan untuk membunuh ular yang disebut dengan dzu thufyatain yang dapat menyebabkan gugurnya janin. Beliau bersabda:
Ketika benih telah mulai tumbuh, banyak upaya yang bisa dilakukan oleh calon orang tua untuk menjaga janin yang ada di perut ibunya. Si calon ibu akan mulai memilih makanannya, mengkonsumsi segala macam vitamin yang dapat menunjang kehamilannya, menjaga waktu istirahatnya, melakukan olah raga khusus, dan mengatur aktivitasnya. Tak lupa mereka memantau keadaan calon bayi dengan terus memeriksa kesehatannya.
Akan tetapi, adakalanya janin gugur bukan karena semata sebab medis. Terkadang ada sebab lain yang mengakibatkan gugurnya kandungan seorang ibu. Ini kadang-kadang tidak disadari oleh kebanyakan orang.
Semestinya kita mengetahui peringatan Rasulullah r dari hal-hal semacam ini yang diterangkan oleh syariat, sebagaimana Rasulullah r memerintahkan untuk membunuh ular yang disebut dengan dzu thufyatain yang dapat menyebabkan gugurnya janin. Beliau bersabda:
“Bunuhlah dzu thufyatain, karena dia dapat membutakan mata dan menggugurkan janin.” (Shahih, HR. Al-Imam Al-Bukhari)
Apakah dzu thufyatain? Dijelaskan oleh Ibnu ‘Abdil Bar t bahwa dzu thufyatain adalah jenis ular yang mempunyai dua garis putih di punggungnya.
Perintah Rasulullah r ini menunjukkan wajibnya menjaga dan menjauhkan hal-hal yang dapat membahayakan janin, dan ini merupakan salah satu pintu penjagaan dan perhatian syariat ini terhadap janin dan keadaannya.
Apakah dzu thufyatain? Dijelaskan oleh Ibnu ‘Abdil Bar t bahwa dzu thufyatain adalah jenis ular yang mempunyai dua garis putih di punggungnya.
Perintah Rasulullah r ini menunjukkan wajibnya menjaga dan menjauhkan hal-hal yang dapat membahayakan janin, dan ini merupakan salah satu pintu penjagaan dan perhatian syariat ini terhadap janin dan keadaannya.
Keringanan bagi Wanita Hamil untuk Berbuka
Tak jarang kondisi seorang ibu yang mengandung calon bayi di dalam rahimnya lemah. Suplai makanan yang dikonsumsinya harus terbagi untuk dirinya dan untuk janin yang ada di dalam kandungannya. Sementara ketika bulan Ramadhan tiba, kaum muslimin diwajibkan untuk melaksanakan puasa, menahan lapar dan dahaga dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya bulatan matahari. Dengan ilmu dan hikmah-Nya, Allah I memberikan keringanan kepada hamba-hamba wanita-Nya yang sedang hamil dan menyusui untuk tidak menjalankan kewajiban berpuasa.
Ini dijelaskan dalam sabda Rasulullah r:
Tak jarang kondisi seorang ibu yang mengandung calon bayi di dalam rahimnya lemah. Suplai makanan yang dikonsumsinya harus terbagi untuk dirinya dan untuk janin yang ada di dalam kandungannya. Sementara ketika bulan Ramadhan tiba, kaum muslimin diwajibkan untuk melaksanakan puasa, menahan lapar dan dahaga dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya bulatan matahari. Dengan ilmu dan hikmah-Nya, Allah I memberikan keringanan kepada hamba-hamba wanita-Nya yang sedang hamil dan menyusui untuk tidak menjalankan kewajiban berpuasa.
Ini dijelaskan dalam sabda Rasulullah r:
“Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi menggugurkan separuh shalat atas orang yang bepergian dan menggugurkan kewajiban berpuasa dari wanita yang hamil dan menyusui.” (HR. Al-Imam At-Tirmidzi, An-Nasa`i, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan sanadnya hasan sebagaimana dikatakan oleh Al-Imam At-Tirmidzi.
Dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan An-Nasa`i dan dalam Shahih Sunan Ibnu Majah no. 1353, beliau berkata: hadits hasan shahih)
Abdullah ibnu ‘Abbas c memberikan penjelasan bahwa jika seorang wanita hamil mengkhawatirkan dirinya dan wanita yang menyusui mengkhawatirkan anaknya selama Ramadhan, maka keduanya berbuka (tidak berpuasa) dan setiap hari memberi makan satu orang miskin serta tidak meng-qadha puasanya.
Inilah bentuk-bentuk penjagaan Islam terhadap anak sebelum ia lahir ke dunia. Terlihat dengan gamblang perlindungan agama Allah I ini terhadap jiwa seorang manusia. Terbaca dengan jelas kasih sayang Allah I bagi seluruh hamba-Nya. Oleh karena itu, selayaknya ayah dan bunda memperhatikan penjagaan buah hati mereka.
Abdullah ibnu ‘Abbas c memberikan penjelasan bahwa jika seorang wanita hamil mengkhawatirkan dirinya dan wanita yang menyusui mengkhawatirkan anaknya selama Ramadhan, maka keduanya berbuka (tidak berpuasa) dan setiap hari memberi makan satu orang miskin serta tidak meng-qadha puasanya.
Inilah bentuk-bentuk penjagaan Islam terhadap anak sebelum ia lahir ke dunia. Terlihat dengan gamblang perlindungan agama Allah I ini terhadap jiwa seorang manusia. Terbaca dengan jelas kasih sayang Allah I bagi seluruh hamba-Nya. Oleh karena itu, selayaknya ayah dan bunda memperhatikan penjagaan buah hati mereka.
“Barangsiapa yang menjaga kehidupan satu jiwa, maka seakan-akan ia menjaga kehidupan seluruh manusia.” (Al-Maidah: 32)
Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.
Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.
Lirik Ost. Ainun&Habibie
Manakala hati menggeliat mengusik renungan
Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta
Suara sang malam dan siang seakan berlagu
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu
Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku
Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu
Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
Lembah yang berwarna
Membentuk melekuk memeluk kita
Dua jiwa yang melebur jadi satu
Dalam kesunyian cinta
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta
Suara sang malam dan siang seakan berlagu
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu
Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku
Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu
Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
Lembah yang berwarna
Membentuk melekuk memeluk kita
Dua jiwa yang melebur jadi satu
Dalam kesunyian cinta
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
Senin, 24 Desember 2012
Bil Hikmah wal mauizatil Hasanah
oleh Rahayu Abdullah
Nasehat dalam Al Qur’an dan HaditsDalam perjalanan
hidup, nasehat-menasehati merupakan pilar yang sangat utama, bahkan merupakan
kewajiban bagi orang yang beriman setiap waktu. Hal ini dapat dilihat dari
surah Al Ashr. Surah ini merupakan pegangan paling kuat dalam menjalankan
nasehat-manasehati. Bahkan Imam Syafiie, seorang ulama fiqih yang masyhur itu,
menyatakan bahwa, jika al-qur’an pun hanya surah al ashr, maka cakupan maknanya
sudah cukup.Dalam surah ini Allah
swt bersumpah atas nama waktu (Ashr). Secara bahasa ashr bermakna memeras dan
menekan sesuatu hingga apa yang di dalam sesuatu itu keluar. Maka ashr menjadi
nama suatu waktu dimana orang yang kerja seharian memeras keringat mulai terbit
matahari, pekerjaannya itu telah muali menampakkan hasil. Dan waktu menampakkan
hasil itulah disebut waktu ashr. Dan memang dalam kehidupan keseharian adalah
demikian, dimana orang kerja dari pagi buta makan hasilnya akan tampak maksimal
di waktu ashr.Demi waktu
sesungguhnya manusia itu dalam kondisi husrin, apapun hasilnya dari memeras keringat seharian
atau sepanjang waktu hidupnya, baik itu sukses atau gagal, kaya atau pun
miskin, maka sudah disumpah oleh Allah, pasti husrin. Husrin ini biasanya
diterjemahkan dalam arti merugi, padahal sesungguhnya husrin ini adalah
mencakup semua makna yang berkaitan dengan rugi yakni bangkrut, menderita,
kolaps, sedih, susah, sengsara dan semua kondisi yang serupa sesungguhnya
dicakup dalam kata husrin.
Apapun hasil kerja
sepanjang hidupnya pasti dalam keadaan husrin. Namun Allah swt memberikan
kekecualian yang ditunjukkan pada ayat sesudahnya di surah al ashr ini.
Kekecualian ini adalah pada orang yang beriman dan beramal shalih dan saling
menasehati dalam al haq dan saling menasehati dalam kesabaran.Jika ditelaah lebih
lanjut, orang yang beriman memang tidak lagi merugi tetapi belum beruntung,
karenanya ayat itu dilanjutkan dengan kata ‘wa’ yang artinya dan , yakni beramal shalih. Orang yang beriman dan
beramal shalih pun belum beruntung, karena ayat itu masih dilanjutkan dengan
kata ‘wa’ yakni saling menasehati dalam al haq. Dalam hal ini terjemahan
al-Qur’an disebutkan saling menasehati dalam kebenaran, namun jika ditilik
lebih dalam maka Al Haq adalah salah satu dari Asma’ul husna, artinya al Haq
adalah nama Allah ,
sehingga watawasau bil haq dapat diartikan lebih spesifik yakni saling
menasehati agar senantiasa di jalan Allah (jalan al Haq) . Tentu dalam hal ini bermakna dakwah, sebab
saling menasehati agar senantiasa di jalan Allah adalah dakwah. Namun demikian,
orang yang berdakwah setelah beriman dan beramal shalih pun belum akan
memperoleh keberuntungan, sebab ayat itu masih dilanjutkan dengan kata ‘wa” tawassau
bisshabr. yang artinya adalah
saling menasehati dalam hal kesabaran. Jika dianalisa maka arti maknanya adalah
saling menasehati agar senantiasa sabar dalam menjalani hidup beriman dan
beramal shalih, dan sabar dengan jalan hidup berdakwah.
Memang kata yang digunakan dalam surah ini adalah tawasau, artinya saling
memberi
Memang kata yang digunakan dalam surah ini adalah tawasau, artinya saling
memberi
Memang kata yang digunakan dalam surah ini adalah tawasau, artinya saling
memberi wasiyat . Nah dengan demikian nasehat pun sesungguhnya identik dengan
wasiyat.
Dalam HaditsRasulullah saw, telah
bersabda yang kita semua sudah mengetahuinya yakni “addiinu
nashihat” – agama adalah nasehat . Ini menekankan bahwa nasehat merupakan jalan hidup, merupakan
pilar utama dalam islam.
Bagaimana sikap dalam menasehati.Dalam Al-qur’an, kisah
tentang bagaimana menasehati ini termaktub dalam kisah Musa as diperintah oleh
Allah untuk mendatangi Fir’aun. Musa as diperintahkan oleh Allah untuk
memberikan nasehat dakwahnya kepada Fir’aun dengan ‘’qaulan
layyinan” perkataan yang lembut.
Bagaimana caranya memberi nasehat kepada manusia yang sangat tegas kekafirannya
dan menjadi puncak lambang kekafiran, pun dengan qaulan layyinan. Maka dari
situlah nabi Musa as berdoa dengan Rabis rahli sadri wayasrlii amrii………Tersebut dalam kisah,
ada seorang yang datang kepada Khalifah Al Makmun, memberikan nasehat dengan
suara lantang dan kasar, dengan nada tinggi. Maka saat itu Al Makmun memberikan
jawaban bahwa, ‘Anda tidak lebih baik dari nabi Musa, dan saya tidak
lebih buruk dari Fir’aun, nabi Musa mendatangi Fir’aun dengan perkataan lembut,
sedangkan Anda dengan kata yang kasar.
Jika memberi nasehat
kepada orang sesama muslim maka pedomannya adalah dengan perkataan yang lembut
dan ‘adzilatin
alal mukminin” – bersikap lemah lembut kepada orang mukmin .
Bahkan dalam hadits
rasulullah mengajarkan kita untuk bersuara dengan nada yang tidak lebih tinggi
dari saudara sesama muslim. Banyak keutamaan yang didapat dari merendahkan nada
suaranya, dan meninggikan nada suaranya menunjukkan mudahnya dijangkiti
penyakit sombong. Bahkan suara yang nadanya tinggi diserupakan dengan serengaian keledai.
Terkisah banyak
sahabat yang sedih dan mengurungkan diri di dalam kamarnya beberapa hari
setalah turun ayat yang menyuruh ‘rendahkanlah suaramu di hadapan rasulullah”
karena para sahabat merasa selama ini menggunakan nada tinggi dihadapan
rasulullah.Bagaimana Mengkritik dalam berdakwah.Menasehati dalam
dakwah, pun tidak terlepas dari tuntunan Al Quran. Cara berdakwah disebutkan
adalah, dengan bil hikmah wal mauizatil hasanah wa jadilhum billati
hiyal ahsan . Jika ditilik dari
urutan teksnya maka dalam memberikan nasehat dakwahnya yang pertama adalah
dengan hikmah. Ini adalah dakwah yang paling pertama yang hendaknya digunakan.
Jika dengan hikmah orang sudah bisa menerima dakwah maka tidak perlu sampai
menggunakan mauizatil hasanah (nasehat yang baik/ bijak) apalagi dengan jidal (mengadu argument), meskipun dengan jidal yang terbaik
sekalipun.
Bila dakwah dilakukan
dengan cara terbaik yang mendahuluhan nasehat yang bijak sebelum hikmah, maka
sesungguhnya tidak akan efektif dan tidak methodis, disamping kurang dalam
nilai etika dakwahnya. Apalagi jika dakwah dilakukan dengan pertama kali jidal
tentu tidak akan menuai hasil yang baik. Meskipun kapan menggunakan hikmah,
kapan menggunakan mauizatil hasanah dan kapan menggunakan jidal itu tergantung
situsi kondisi dan juga objek dakwahnya.Jika ditelaah lebih
lanjut, hikmah sangat bagus digunakan untuk orang yang lebih muda kepada orang
tua, mad’u yang tidak sedang melakukan khilaf, juga kepada orang yang
dihormati.terkisah ada seorang
ulama yang sangat sedih dan sangat merasa kehilangan ketika putranya meninggal,
sampai berlarut-larut. Maka memberikan nasehat kepadanya adalah dengan hikmah,
dengan pertanyaan;“bagaimana pendapat Anda wahai ulama, jika seseorang dititipin
emas oleh penitip dan emas itu diambil kembali oleh yang empunya? apakah perlu
sedih berlarut-larut dan tidak ikhlas?, maka sang ulama tersadar akan pertanyaan itu atas kematian
putranya dengan menjadi ikhlas. Tidak elok jika memberikan mauizail hasanah
kepada ulama itu. Di dalam mengelola taklim pun demikian, audien akan lebih
merasa dihargai jika penceramah lebih mengedepankan hikmah daripada mauizatil
hasanah. Potensi dan kegemaran menasehati perlu ditahan dalam hal ini dengan
lebih melebarkan cara, topik dan tema-tema yang masuk dalam wilayah hikmah.
Mauizatil hasanah
(nasehat yang bijak) diberikan kepada orang yang sedang khilaf, kepada orang
yang lebih muda, kepada murid, kepada orang yang posisinya lebih bawah. Misal
seorang ayah kepada anaknya, atau guru kepada muridnya. Termasuk dalam kategori
tidak begitu beradap jika seorang anak meggunakan mauizatil hasanah kepada
bapaknya, istri menggunakannya kepada suaminya, seorang mutarabi kepada
murobinya, seorang murid kepada ustadznya.Jidal ahsan dilakukan
jika cara hikmah dan mauizatil hasanah tidak mempan, ini pilihan terakhir. Da’i
yang gemar jidal dan menjadikan jidal sebagai cara awal untuk berdakwah,
biasanya mad’u akan lari dan tidak menerima dakwah, terkadang malah menjadi
sinis. Jika pun berhasil maka akan menghasilkan dai-dai yang suka jidal dan
tidak efektif membawa masyarakat secara luas menjadi mukmin.Di sinilah Ust Hasan
Al Bana menyampaikan slogan likulli maqal maqam wa likulli maqam maqal, setiap
tempat ada perkataan yang pas dan setiap perkataan ada tempat-tepatnya yang pas.
Bagaimana dengan
mengkritik ?. Maka mengkritik adalah bagian dari mauizatil hasanah, bukan
bagian dari hikmah, meskipun ada sebagian orang yang bisa mengemas kritik
dengan hikmah.Demikian juga dalam
konsep bermasyarakat, ada Roin dan ada Rokyah, yang secara arti adalah adapemimpin dan ada rakyat, yang keduanya ada hak dan kewajiban.
Dalam hal ini roin
berkewajiban mensejahterakan rakyat dan memiliki hak untuk ditaati, dan rakyat
memiliki hak untuk disejahterakan dan berkewajiban mentaati roin. Jika roin
tidak mensejahterakan rakyat maka rakyat pun menjadi tidak taat kepada roin.Dalam hubungan
nasehat, maka roin memberi perintah kepada rakyat dan rakyat bisa mengkritik
pemimpin. Tidak bisa sebaliknya misalnya pemerintah mengkeritik rakyatnya atau
rakyat memerintah roinnya, yang ada adalah rakyat mengkritik dan menuntut
roinnya. Hal ini sama dengan hal dalam rumah tangga, suami sebagai pemimpin
tidak mengkritik istrinya, tetapi istrinya yang mengkritik suaminya. Jika suami
tidak siap dikritik istri maka kadar kepemimpinannya sangat rendah, demikian
juga jika istri tidak mau diperintah suami, maka juga demikian. Dalam hubungan
pemerintah juga demikian, oposisi mengekritik pemerintah dan tidak bisa
sebaliknya pemerintah mengkritik oposisinya.
Dengan demikian orang yang suka mengkritik biasanya memiliki kadar kepemimpinan
yang tidak tinggi dan tidak menjadi pemegang kebijakan tetapi biasanya menjadi
oposan. Oposan biasanya mengkritik dan tidak siap dikritik. Jika seseorang siap
dikritisi adalah seseorang yang siap jadi pemimpin, jika tidak siap maka tidak
siap mengelola suatu amanah. Jika seorang roin tidak siap menerima kritik
rakyatnya makan sungguh aneh dan apalagi roin mengkritik rakyatnya akan lebih
aneh lagi.Dalam mengkritisi pun
tidak lepas dari kaidah qaulan layyinan, hikmah dan mauizatil hasanah serta
jidal sebagai jalan akhir. Siap menerima kritikan berarti siap menjadi
pemimpin.
Terkadang dalam mengkritik yang dikritik adalam pengelolaan pemerintahan, atau suatu organisasi, terkadang personal roinnya. Orang yang kritis biasanya ditempatkan pada posisi oposisi bukan eksekutif, dan biasanya tidak diterima di eksekutif karana belum imbangnya dengan kesiapan untuk dikritisi. Dan dari sana ia memberikan manfaat, sebagai penyeimbang
Sabtu, 22 Desember 2012
Perjalanan Ayah
Desa Fajar-esuk, Sebuah Desa nan hijau di kecamatan Prigsewu Kabupaten Tanggamus Lampung, di sanalah Ayah dilahirkan dari sebuah keluarga Petani. Orang tua beliau berasal dari tanah jawa, kemudian transmigrasi ke lampung. Ayah anak kelima dari sembilan bersaudara. Dari kecil Ayah sdh biasa hidup prihatin, ulet, dan bersahaja. Yang menjadikannya di kemudian hari menjadi seorang pria yang terampil. Masa-masa sekolah beliau hijrah ke Bandung Jawa Barat mengikuti salah seorang adik dari Ibunya, Hingga Lulus STM setara SMA. Beliau sekolah sambil bekerja membantu #bulik (panggilan utk adik Ibunya, Mbah putriku tercinta). Waktu itu Keadaan Ekonomi #bulik nya Ayah atw yg biasa ku panggil#Opung-boru(krn menikah dgn suaminya yg org Batak) sangat sulit. Sehingga Ayahku semakin giat bekerja membantu #Opung, dgn tdk mengabaikan sekolahnya. Lulus STM(Sekolah Teknik Mesin), #Ayah menjalani pendidikan di SPN(Sekolah Kepolisian Negara). Dan Tugas pertama nya di tempatkan diperbatasan Kalimantan Barat, dgn gaji pertama Rp 4000,- . Perjalanan panjang, beliau seringkali berpindah-pindah tempat tugas, hingga suatu hari beliau di tugaskan di POLSEK Batu Ampar. Itu terjadi sekitar Tahun 1985-1986, waktu itu Batu Ampar sdg Jaya-jaya nya, krn terdapat beberapa perusahaan2 besar yang mengelola kayu. Batu Ampar, skrg masuk Kab. Kubu Raya, sebuah pulau yang dikelilingi Lautan. Dahulu Kapal2 besar slalu singgah di sini, para pekerja yg mayoritas dr pulau jawa pun berbondong2 mencari nafkah di pulau ini. #BatuAmpar. Nah di #BatuAmpar ini-lah Ayah bertemu dgn seorang Guru SD dan Jatuh hati kpdnya. Kemudian pd Bulan Agustus 1988 mereka Menikah. Ayah itu bisa jadi koki, karena kepintarannya memasak, Beliau jg bisa jadi Tukang, karena keahliannya membuat furniture, meja, lemari, tempat tidur dll. Hobby beliau yg lain yaitu memancing, menjala udang dan ikan, kdg klu berlebih hasilnya di jual.Tak terlalu lama setelah menikah, Ibu mengandung anak pertamanya. Pada Hari Minggu, 20 Agustus Tahun 1989, #AyahdanIbu dikaruniai seorang putri yang Lahir di Rumah Sakit Kesdam Pontianak.Putri Pertama nya ini di beri nama : "Retno Rahayu Priyati". Retno = Bunga, Rahayu = Selamat, Priyati = Sederhana, qanaah, mau hidup prihatin.. "
Anak-anak Lebih senang Bermain
Mari qt renungkan bersama sebuah artikel dari Ayah Edi ini :
Apakah kita sering bermain saat sedang bekerja..? Mungkin karena dulu kita termasuk anak-anak yg kurang bermain karena terpaksa/dipaksa harus belajar, belajar tiada henti dan mengerjakan PR yg bertumpuk tiada habisnya. Padahal saat itu Tuhan merancang kita sebagai mahluk kecil yg tugasnya bermain.
Mengapa kita alergi melihat anak kita bermain. Yang pertama karena dulu orang tua kita juga alergi melihat kita bermain (faktor warisan orang tua). Yg kedua perngaruh lingkungan yg mengatakan bahwa jika anak rajin belajar maka jd orang sukses dan jika anak terlalu banyak bermain jadi orang gagal. Kita lupa pada fakta sejarah, seolah-olah orang-orang yg sukses saat ini dulu waktu kecilnya tidak pernah bermain dan selalu belajar.
Fakta sejarah justru menunjukkan sebaliknya; Leonardo da Vinci sang Jenius Dunia di segala bidang, dulu waktu kecilnya selalu bermain keliling kota Vinci bersama kakeknya. Thomas Edison selalu bermain di Garasinya yg dia katakan sebagai Laboratorium, Albert Einstein selalu bermain di danau bersama perahunya, saat ia tidak menyukai pelajaran di sekolahnya, dan banyak lagi tokoh sukses lainnya yang pada masa kecilnya justru sangat puas bermain. Davinci, Edison dan Einstein kecil ini tidak menyadari bahwa malalui bermain itulah justru sebenarnya mereka banyak belajar.
Itulah mengapa AS Neil mendirikan sebuah sekolah di Inggris “THE SUMMER HILL” School, yg membolehkan setiap anak untuk bermain dan memilih aktivitas harian yg ingin dipelajarinya, dan bahkan belajarpun dilakukan sambil bermain. Itulah sekolah yg sangat di sukai anak dan di cintai oleh para alumnusnya namun sekaligus di benci oleh Dewan Pendidikan Kota
Begitu pula dengan Sosaku Kobayashi di Jepang dengan sekolah Tomoegakuen, sekolah yg berhasil membuat semua dan seluruh siswanya menjadi orang sukses di dalam dan di luar negeri, menjadi Duta Kemanusiaan di PBB, menjadi Ahli Nuklir di AS, Menjadi Ahli Ruang angkasa di Nasa. Sekolah yg selalu mengajak anaknya bermain dan bermain, dan mereka menyebutnya itu adalah belajar.
Oleh karena itu jika anak anda berusia balita hingga SD ijinkanlah ia untuk bermain, karena bermain adalah bagian dari fitrah alami seorang anak. Belajarlah sambil bermain, dan mengerjakan Tugas sambil bermain. Pilihkanlah permainan yg sehat bagi mereka.
Tahukah anda bahwa mayoritas permainan tradisional Indonesia sangat sehat dan mendidik seperti Congklak (strategi, kejujuran, kesabaran, hitungan), “Yeye” Karet lompat atau Karet Putar (Motorik, konsentrasi, prestasi, euritmik), Mobil-mobilan kulit jeruk (kreativitas, inovasi, non toxic, pemanfaatan limbah, Wayang (filosofi, etika moral). dsb.
Michel Jackson adalah contoh Tragis dari seorang anak yang “di renggut” masa kanak-kanaknya oleh sebuah ambisi sukses orang tua. Anak kecil ini telah di paksa dengan kekerasan untuk melalukan latihan serius ala orang dewasa dan tidak di ijinkan untuk menikmati masa kanak-kanaknya secara alami.
Betul memang MJ secara kasat mata kelihatan sebagai orang yg sangat “SUKSES” bergelimang harta dan ketenaran, namun tahukah anda bahwa jiwanya begitu rapuh dan selalu rindu akan masa kanak-kanaknya yg hilang terampas dan tidak pernah bisa kembali lagi. Itulah mengapa dirinya juga sekaligus bergelimang masalah.
Ya...!! masalah yg berawal dari ambisi orang tua dengan alasan agar kelak anaknya menjadi orang sukses.
Mari kita renungkan bersama...
Apakah kita sering bermain saat sedang bekerja..? Mungkin karena dulu kita termasuk anak-anak yg kurang bermain karena terpaksa/dipaksa harus belajar, belajar tiada henti dan mengerjakan PR yg bertumpuk tiada habisnya. Padahal saat itu Tuhan merancang kita sebagai mahluk kecil yg tugasnya bermain.
Mengapa kita alergi melihat anak kita bermain. Yang pertama karena dulu orang tua kita juga alergi melihat kita bermain (faktor warisan orang tua). Yg kedua perngaruh lingkungan yg mengatakan bahwa jika anak rajin belajar maka jd orang sukses dan jika anak terlalu banyak bermain jadi orang gagal. Kita lupa pada fakta sejarah, seolah-olah orang-orang yg sukses saat ini dulu waktu kecilnya tidak pernah bermain dan selalu belajar.
Fakta sejarah justru menunjukkan sebaliknya; Leonardo da Vinci sang Jenius Dunia di segala bidang, dulu waktu kecilnya selalu bermain keliling kota Vinci bersama kakeknya. Thomas Edison selalu bermain di Garasinya yg dia katakan sebagai Laboratorium, Albert Einstein selalu bermain di danau bersama perahunya, saat ia tidak menyukai pelajaran di sekolahnya, dan banyak lagi tokoh sukses lainnya yang pada masa kecilnya justru sangat puas bermain. Davinci, Edison dan Einstein kecil ini tidak menyadari bahwa malalui bermain itulah justru sebenarnya mereka banyak belajar.
Itulah mengapa AS Neil mendirikan sebuah sekolah di Inggris “THE SUMMER HILL” School, yg membolehkan setiap anak untuk bermain dan memilih aktivitas harian yg ingin dipelajarinya, dan bahkan belajarpun dilakukan sambil bermain. Itulah sekolah yg sangat di sukai anak dan di cintai oleh para alumnusnya namun sekaligus di benci oleh Dewan Pendidikan Kota
Begitu pula dengan Sosaku Kobayashi di Jepang dengan sekolah Tomoegakuen, sekolah yg berhasil membuat semua dan seluruh siswanya menjadi orang sukses di dalam dan di luar negeri, menjadi Duta Kemanusiaan di PBB, menjadi Ahli Nuklir di AS, Menjadi Ahli Ruang angkasa di Nasa. Sekolah yg selalu mengajak anaknya bermain dan bermain, dan mereka menyebutnya itu adalah belajar.
Oleh karena itu jika anak anda berusia balita hingga SD ijinkanlah ia untuk bermain, karena bermain adalah bagian dari fitrah alami seorang anak. Belajarlah sambil bermain, dan mengerjakan Tugas sambil bermain. Pilihkanlah permainan yg sehat bagi mereka.
Tahukah anda bahwa mayoritas permainan tradisional Indonesia sangat sehat dan mendidik seperti Congklak (strategi, kejujuran, kesabaran, hitungan), “Yeye” Karet lompat atau Karet Putar (Motorik, konsentrasi, prestasi, euritmik), Mobil-mobilan kulit jeruk (kreativitas, inovasi, non toxic, pemanfaatan limbah, Wayang (filosofi, etika moral). dsb.
Michel Jackson adalah contoh Tragis dari seorang anak yang “di renggut” masa kanak-kanaknya oleh sebuah ambisi sukses orang tua. Anak kecil ini telah di paksa dengan kekerasan untuk melalukan latihan serius ala orang dewasa dan tidak di ijinkan untuk menikmati masa kanak-kanaknya secara alami.
Betul memang MJ secara kasat mata kelihatan sebagai orang yg sangat “SUKSES” bergelimang harta dan ketenaran, namun tahukah anda bahwa jiwanya begitu rapuh dan selalu rindu akan masa kanak-kanaknya yg hilang terampas dan tidak pernah bisa kembali lagi. Itulah mengapa dirinya juga sekaligus bergelimang masalah.
Ya...!! masalah yg berawal dari ambisi orang tua dengan alasan agar kelak anaknya menjadi orang sukses.
Mari kita renungkan bersama...
Lirik Lagu ~ Senandung Ukhuwah~ Sigma
Diawal kita bersua
Mencoba untuk saling memahami
Keping-keping dihati
terajut dengan indah
Rasakan persaudaraan kita
Mencoba untuk saling memahami
Keping-keping dihati
terajut dengan indah
Rasakan persaudaraan kita
Dan masa pun silih berganti
Ukhuwah dan amanah tertunaikan
Berpeluh suka dan duka
kita jalani semua
semata mata harapkan ridhoNYA
Ukhuwah dan amanah tertunaikan
Berpeluh suka dan duka
kita jalani semua
semata mata harapkan ridhoNYA
Sahabat tibalah masanya
Bersua pasti ada berpisah
Bila nanti kita jauh berpisah
Jadikan rhobitoh pengikatnya
jadikan doa ekspresi rindu
Semoga kita bersua disyurga
Bersua pasti ada berpisah
Bila nanti kita jauh berpisah
Jadikan rhobitoh pengikatnya
jadikan doa ekspresi rindu
Semoga kita bersua disyurga
Langganan:
Postingan (Atom)
