Senin, 14 Januari 2013

Sebuah Renungan

Ukhtifillah ini sebuah Renungan utk Kita semua, smg bs mengambil Ibroh di dalamnya..

Hikmah itu Allah taburkan dimana-mana, hanya terkadang kita yang tak mampu meihatnya, ataupun Kita yang Tak mau mengambilnya..(Ust. Felix siauw)

Ketika kita harus melepaskan sesuatu maka kita harus (belajar untuk) yakin.. bahwa disaat Allah mengambil sesuatu, Dia telah menyiapkan ganti yang lebih baik.

kadang kita berpikir kalo ini dan itu pasti baik jika dimiliki. padahal.. kadar kesanggupan masing-masing orang dalam menghadapinya berbeda-beda.

teringat dengan sebuah dialog yang pernah saya lihat di film Sang Murabbi, yang ketika itu ust Rahmah Abdullah rahimahullah bercerita tentang kisah seekor monyet. 

pada intinya, beliau bercerita, "Ada seekor monyet yang dia itu menaiki sebuah pohon. naik terus sampai ranting teratas. di atas sana, dia diuji dengan angin yang berhembus kencang. monyet itu berpegangan dengan seramat kuat hingga akhirnya angin berlalu dan monyet selamat. tapi di lain waktu, sang monyet kembali diuji dengan angin. tapi kali ini "hanya" dengan angin sepoi-sepoi. sang monyet pun menikmati sentuhan angin ringan itu.. terbuai.. lantas tanpa sadar dia mengendurkan pegangan dan akhirnya terjatuh ke tanah. buuuuuuugh!"

beliau menjelaskan bahwa pohon itu ibarat tangga kesuksesan bagi kita dan berada di puncak pohon adalah puncak keberhasilan. di saat dia diuji dengan hal-hal yang tidak menyenangkan, dia berusaha mati-matian unt bertahan hingga akhirnya ujian itu terlewati. tapi, ketika dia diuji dengan kesenangan, kekuasaan.. dia seolah lupa bahwa hal yang demikian juga bagian dari ujian. hingga akhirnya.. ujian kesenangan tadi "mengalahkan"-nya.

sering kita berpikir, kalo kita lulus lebih cepat ato menikah dari dulu ato kita punya uang banyak ato kita punya kendaraan yg memudahkan urusan transportasi (dst).. itu semua akan menjadikan kita lebih baik dari yang sekarang. belum tentu! semuanya menjadi tertunda, bukan karena Allah tak sayang dengan kita hingga menghalangi kita dengan kebaikan yang kita sangka akan menghampiri kita.

tidak pernahkah kita berpikir.. bila suatu waktu kita sedang buru-buru hendak pergi ke suatu tempat dan ternyata kita bangun kesiangan ato harus antrie kamar mandi ato karena harus menunggu teman yang dandannya luar biasa lama(!), hingga akhirnya kita terlambat berangkat dan sampai di tempat tujuan telat.. tapi ternyata, jika kita berangkat tepat waktu sesuai rencana, tapi di ternyata di jalan sana ada kecelakaan dan mungkin saja kita termasuk korbannya.. masihkah kita beranggapan bahwa telat selalu buruk?
sampai kampus dimarahi dosen, ato sampai kantor diomeli atasan.. jadi tak setimpal rasanya jika dibandingkan dengan keselamatan diri kita.

jadi.. berhenti untuk banyak menuntut lebih baik jadi pilihan daripada banyak menuntut tapi tak kunjung terlaksana, hingga akhirnya bikin kufur nikmat dan menolak ketentuan takdir Allah. dapatnya cuman dosa.

.::. jadi, ketika kita harus melepaskan sesuatu maka kita harus (belajar untuk) yakin.. bahwa disaat Allah mengambil sesuatu, Dia telah menyiapkan ganti yang lebih baik.


by Dian Kencana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar